Pages

  • Home
  • Tumblr
  • linked
facebook linkedin twitter youtube

Rumah Dialektika

    • About Me
    • Renjana
    • Cerita Pendek
    • Opini
    oi

    Lama tidak membuat review atau sekedar ulasan singkat, apalagi drama. Sebenarnya dulu aku pernah - mau - bikin ulasan drama korea Chocolate yang ada Netflix. Tapi apalah daya ya, masih sawang an di draft. Nggak tau kapan mau ke publish. Padahal secara nilai drama kek 'aku banget' gitu.

    Drakor berjudul 'Miracle That We Met' ini tayang di KBS tahun 2018. Asal muasal nonton ini adalah, karena aku jatuh cinta sama karakter Yongcrates di drama terbaru Ki Bum, Law School.

    Yup alasan nonton drama adalah bapaknya ini. Hem



    Terus kapan lalu, 3 hari yang lalu apa ya, di salah satu akun perdrakoran yang aku ikuti di Twitter nge-spill kalau tahun 2018 lalu drama 'Miracle That We' ini ratingnya paling tinggi, sekitar 10, berapa persen gtu. Sebenarnya agak familiar banget sama template drakornya. Pernah nemu di viu atau kalau nggak di iflix.

    Tapi apalah daya, pas sekarang aku pingin nonton udah dihapus aja dramanya dari streaming apps apapun. Ketemunya via ilegal yaitu telegram. Haha.


    Bercerita tentang sosok pria Song Hyun Chul (seorang bankir) yang terlibat kecelakaan. Di sisi lain ada pria yang memiliki nama yang sama Song Hyun Chul (seorang koki masakan China) yang juga kecelakaan di waktu yang sama bareng di bankir itu.

    Sayangnya nahas, Song Hyun Chul si koki justru harus meninggal duluan. Sementara Song Hyun Chul si bankir hidup dari kematian. Eh ternyata malaikat pencabut nyawa yang ngatur salah satunya meninggal itu berbuat ceroboh. Yang harusnya mematikan sosok Song Hyun Chul si bankir berakhir dengan kematian Song Hyun Chul, si koki.

    Imbasnya, ruh dan jiwa si koki masuk ke tubuh si bankir. Seperti yang sudah ditebak, aktor Kyong Min jadi si bankirnya. Mau nggak mau dia harus berpisah sama istrinya kan. Istrinya tahu sang suami meninggal (secara tubuh si koki udah dikremasi).

    Drama soal pertukaran jiwa gini sebenarnya kesukaanku banget. Wkwk. Lanjut, oke.

    Jiwa Song Hyun Chul, si koki di tubuh Song Hyun Chul, bankir ini akan menguak alasan dibalik kecelakaan mereka. Usut punya usut, Song Hyun Chul, bankir ini memiliki masalah terkait pekerjaannya soal pinjaman palsu. Terkuaknya setelah Song Hyun Chul, si koki ingin melakukan pinjaman ke bank berakhir dengan adanya pinjaman lain yang mengatasnamakan namanya. 

    Kasus ini bakal menyeret petinggi bank tempatnya berada. Yang pada akhirnya terkuak bahwa si Song Hyun Chul, si bankir ini sedang dijebak, mau dimatikan kariernya.

    Di sisi lain, ruh Song Hyun Chul si koki di tubuh si bankir ini juga membuat dilematis. Karena pada dasarnya dia adalah seorang ayah yang memiliki seorang putri. Tapi, karena terjebak di tubuh si bankir, ia harus menjadi sosok kepala keluarga yang memiliki istri cantik dan dua anak, Kang Ho dan Mi So.


    Sebenarnya, kehidupan rumah tangga Song Hyun Chul, si bankir sama istrinya yang cantik ini tak berjalan harmonis. Di awal eps sudah disuguhi konflik rumah tangga. Dimana karakter si bankir ini dominan dan keras. 

    Ia langsung minta istrinya buat keluar dari penjaga toko yang gajinya nggak seberapa. Yaah, kan dia bankir ya, anak orang kaya lagi kan, warisan berjibun banyak, karier bagus, istrinya justru jadi penjaga toko di mal. 

    Tapi semenjak Song Hyun Chul bankir dirasuki sosok Si koki justru karakternya berbeda. Dia tampil menjadi ayah yang hangat bagi kedua anaknya. Suami yang perhatian. 

    Yaaah mau nggak mau konflik dilematis muncul sampai di titik istrinya yang asli, si koki tahu bahwa bankir bernama Song Hyun Chul merupakan ayah sekaligus suaminya. Agak aneh memang. Apalagi, kan rupanya berbeda.

    Hingga di eps 13-14, Song Hyun Chul si bankir kembali ke keluarga aslinya meski dengan rupa yang berbeda. Meski istri si koki sebenarnya udah merasa bahwa suaminya bukan sosok yang dikenalnya lagi.

    Ini karena memori Song Hyun Chul, si bankir sudah mulai muncul lagi. Karakter dinginnya dan tegasnya di kantor juga mulai keluar. Hingga, istri si koki berkesimpulan buat 'melepas suaminya' ke sosok Song Hyun Chul, si bankir.


    Sampai takdir benar-benar buruk banget. Gara-gara istri Song Hyun Chul, si koki terlibat kecelakaan (eps15) hingga berakhir dengan kematian. 

    Ahh begitu menyesakkan dada. Andai segala sesuatunya bisa diputar lagi. Nggak bakal kejadian kan akhir yang menyedihkan ini. Tapi plottwsit yang ditunggu-tunggu semua orang adalah akhir yang indah dan menyenangkan.

    Ketika itu, malaikat pencabut nyawa yang melakukan kesalahan memutar balik kejadian demi kejadian. Berakhir dengan kehidupan normal. Yes, back to eps 1, ketika awal mula konflik itu bermula.

    Tidak terjadi kecelakaan, tidak ada kematian salah satu Song Hyun Chul, tidak ada lagi perpisahan. Yes, plottwsit banget. Jadi semua yang terjadi dari eps 2 sampai 15 adalah mimpi yang nyata bagi Song Hyun Chul, si bankir.



    Pas awal dia bangun, ketika dia ulang tahun dan semua rekaman memori dalan mimpinya seperti nyata, Song Hyun Chul si bankir bisa membalikkan keadaan dengan baik baik saja.

    Hubungan kakunya dengan sang istri, juga berakhir indah. Dia tahu kalau di mimpinya, istrinya itu berani gugat cerai nyerahkan pengajuan perceraian, tapi udah bisa ke cegah dengan sikap hangatnya yang mendadak itu.

    Ini keren. Top banget buat dramanya. Ratenya aku kasih 4,8 dari 5.0 ♥️

    Sebahagia itu aku nemu drama lawas se-excited ini.

    Apa yang aku pelajari, berbahagialah dengan kehidupan dan indahnya hari ini. Kadang kalau takdir nggak bagus bisa berakhir dengan pertukaran elemen yang kusut dan nggak masuk akal. Setidaknya begitu.

    Daaaann, tentu saja kita harus berani meminta maaf atas kesalahan yang kita timbulkan. Sama. Seperti apa yang dilakukan Song Hyun Chul, si bankir yang kaku mendadak perhatian pada istri dan anaknya. Memang kaku dan dingin nggak bisa cepat berubah jadi hangat kan. Setidaknya, Song Hyun Chul, si bankir mencobanya.





    (*)

    2 hari maraton drama ini
    17 mei 2021
    19.15
    Continue Reading

    Akhirnyaaaaaa saudara sebangsa dan setanah air. Series ini selesei kurampungkan. Agak mengharubiru emang, haru biru literally arti secara harfiah porak poranda yaaa 😵

    Oke, awal mulanya si Segeste lapor ke Varus, bapaknya Ari. Bilang kalau Ari adalah orang yang berkhianat. Dia punya rencana bakal ngrhancurin emperium Roma, gtu katanya.

    Tapi dengan kebenaran yang dia bilang, Bapaknya seolah telah ditipu daya sama Segeste. Yaiyalaaah dia bakal percaya anak angkatnya daripada Segeste kan.

    Oke. Karena percaya, Varus juga auto percaya dong sama rencana Armenius yang bakal perang sama suku yang nggak mau nyerahkan anaknya itu. Rencananya mereka bakal bawa banyak pasukan, nanti pas di sisi hutan, pasukan Roma dibagi jadi masuk ke hutan dengan barisan kayak ular memanjang gtu.



    Pasukan Barbar yang sudah bersatu langsung dong ngikutin instruksinya Arminius sebelumnya. Perintahnya cuma motong pasukan, biar enak 'ngehabisinnya' 🙄

    Arminius awalnya ikut pasukan Romawi. Sampai perintah buat nyebar masuk ke sisi hutan itu doi yang mimpin. Sementara itu, bagian sisi pasukan Barbar dipimpin sama istrinya Ari, Thusnelda. 



    Awalnya rada alot sih. Ada suku Hadgan (awalnya doi jadi calon suaminya Thusnelda, tapi apalah daya udah kalah pamor sama Ari kan ya) yang tetiba nggak mau gabung perang. Suku suku lain agak minder. Bakal berkurang banyak orang kalau Hadgan nggak gabung. Sampai si Thusnelda ini pertaruhkan matanya sendiri disilet demi membuktikan kalau Dewa bakal ada di pihak mereka.

    Iya, masa itu percaya tahayul alias peramal itu kuat banget cuy. Apalagi kan Thusnelda ini juga peramal kan.

    Udah jedeeeerrr, perang terjadi.

    Mukanya Varus udah kek pedih, perih banget ngeliat anaknya sendiri jadi musuh berbulu domba. 



    Pasukan Barbar menang banyak nerapin strateginya Arminius. Episode 6 ini adalah episode tergetir yang pernah ada. Selain Arminius ngeliat bapak kandungnya bunuh diri dengan tenggalam di Rawa, Ari juga ngeliat Varus bunuh diri dengan pedangnya. 

    Yaiyalaaah, daripada kalah perang. Pasukannya dihancurin sama anak sambungnya sendiri, dikhianati, mukanya udah hancur kalau Varus pulang ke Roma kan. Lebih baik bunuh diri. 

    Di depan kepala matinya Varus, Arminius curhat soal apa yang udah dikasih Varus ke dia. Gimana pun juga, Varus kan orang yang berjasa bikin Ari jadi saat ini. Meskipun pasukan Romawi ini ngebantai suku suku ya sendiri, Germania. 


    Berakhiiirrrr.

    Tapi ada yang ngganjal. Nasib cintanya Folkwin ke Thusnelda setelah kemenangan pasukan Barbar. Folkwin cuma ngomong gini ke Thusnelda. Bener, gimana pun Thusnelda harus bertindak. Wong strategi awalnya, Thusnelda mau dinikahi Ari cuma buat ngeyakinan para kepala suku buat perang yang berhasil mereka menangkan ini. 

    Lalu dimana janji manis Thusnelda nanti? 


    Akankah Ari yang bakal memenangkan hatinya, ataukah Folkwin?

    Nantikan season keduanya 🐎

    (*)

    2 april 21
    Hari yang indah untuk menyerah
    13.13
    Sepulang pergi bersama di umbul pelem 
    Continue Reading

    Gila gila gilaaaaa 🥴🥴🥴

    Makin berat ajaaa ya bunda yaa beban hidup kita. Bayar tagihan listrik, arisan, pdam. Belum lagi ngurusin kisah cinta segitiga Folkwin - Thusnelda - Arminius ini 🤒

    Oke lanjut.

    Folkwin Wolspeer menyerahkan tanda kutip kekasihnya, Thusnelda pada Ari. Dengan catatan, bagian strategi. Legowo banget emang. Folkwin nih kayak second lead yang menyedihkan. Pada akhirnya dia harus menyerahkan perempuan yang dicintainya atas nama bangsa mereka sendiri.

    Udah tuh, langsung dah nikah. 


    Selesei nikah. Jamuan makan, berkumpullah para kepala suku kepala suku dalam meja makan. Membahas persatuan bangsa, intinya Ari minta buat semua suku bersatu menghancurkan emperium Roma. 

    Ada satu suku yang kagak mau percaya. Iya, yang suku Bructeri. Laaah gimana mau percaya coba. Gara-gara sebelumnya Ari nih pernah menggali kepalanya kepala suku Bructeri. Jadi ajakan Ari buat bersatu ditolak. 

    Nah ada momen menarik nih. Si Folkwin kan rada rada cemburu ya, ngeliat Thusnelda nikah sama Ari. Dia mabok sendirian, ngegalau di depan perapian di tengah hutan. Bujubuneeehhh. 


    Terus al hasil, Folkwin ketangkep tuh sama pasukan Romawi. Dijadikan budak, nah kalung persahabatannya ketinggalan. Dan kalung itu ditemukan sama Tolio, anak buah Ari. 

    Trus dilaporin ke Ari dan Thusnelda. Soal penemuan kalung itu. Ari bilang, kalau kita nyerah perjuangan Folkwin sia sia. Padahal esok harinya pasangan muda ini mau ketemu ayah angkatnya Ari, Varus. 

    Pas ketemu sama Varus yaa baik-baik aja. Arminius emang orang yang bermuka dua banget deh. Di belakang jadi musuh, di depan baek baek aja ke pasukan Romawi. Thusnelda datang ngedampingi sekaligus ngenalin, nih lo bini guaaa, gtu kali ya. 



    Pada kesempatan yang terhormat itu, Varus ngasih hadiah dari kaisar Roma berupa pedang dan kenaikan pangkat, sekaligus ngasih perintah baru. Buat nyandera anak kepala suku kepala suku yang masih bocah bocah. Iyaaa kayak doi jaman dulu laah nasibnya. Perintahnya langsung dari si Varus, Thusnelda mendadak langsung takut kalau suaminya bakal khianatin rencana awal mereka.

    Soalnya Ari ngiyain aja tuh perintah Varus. Nah ternyata ada maksud tersembunyi ges.

    Maksudnya adalah anak-anak itu diambil biar di pas rapat antar kepala suku, Ari ngajak kepala suku lain buat bersatu. Mereka sepakat tuh sama apa yang dimauin Arminius kan. Ehem, luar biasa emang. Titik sorotnya adalah mbak Thusnelda yang bareng sama Ari ngeyakinin para kepala suku lain bersatu. Buat ngehajar pasukan romawi yang berlegiun-legiun itu.


    Karena pada akhirnya anak-anak kepala suku yang awalnya disandera tapi dikembaliin kan jadi bikin Varus perlu kroscek langsung sama kinerja Arminius kan ya. Kok lu kagak becus nyandera anak anak kepala suku sihhh.

    Arminius beralasan kalau ada salah satu kepala suku yang ogah ngasih anaknya. Gtu. Dia nyaranin buat ngikut 'jebakan' yang udah disiapkan Ari sama bangsa Barbar lainnya.

    Tapiiiiiii

    Hidup lagi lagi menguji kita buat nambah tantangan lagi. Bapaknya Thusnelda, Segeste ngecium bau bau pemberontakan si Arminius ini. Ari dinilai khianatin bapak sendiri. Lhaaa emang yaaa 😤 demi bisa nglawan Roma. Tapi Segeste masih sakit hati, doi nggak jadi kepala suku pengganti Segimerus (bapak kandungnya Ari).

    Ya Allaaah, nafsu kekuasaan membutaknmu pakdeeee🥴.

    Si Segeste ngadep Varus langsung lapor kalau Ari sedang ngejabakmu.

    Dengdengdeng!!!!

    (*)

    Kamis 1 april
    21.56
    Tinggal 1 eps lagi 🥰
    Continue Reading

    Ajegile ajegile ajegileeeee 😨

    Series eps 4.ini makin tambah menegangkan. Mencekam. Dan piluuuu

    Oke.

    Kita di sisi Folkwin ya. Folkwin ditemukan sama Thusnelda. Jadi pas di hutan itu sebenarnya tiga org (Thusnelda, Ari sama Folkwin) berbincang. Thusnelda bilang ke Ari, sebenarnya Ari tuh masih punya hati. Kamu udah ngizinin prosesi pemakaman keluarga Folkwin yang dibunuh Varus itu. Trus kamu juga nyelamatin Varus. Intinya, Thusnelda nodong ke Ari bahwa teman masa kecilnya itu masih berpihak sama warga Germania alias Barbar.

    Ari cuma yaa nganggap biasa aja. Wong bentar lagi gua mau dipindahtugaskan ke Roma. Dada Germania, gtu kali ya dalam hati. 

    Tapi eh ternyata. Hidup nggak semudah seperti keinginan kita Siti Jubaedaaah... 

    Berawal dari Arminius pulang dengan bawa kepala Folkwin KW, Varus percaya. Dia muji muji kemampuan anak angkatnya. Dan Ari tagih janji dong yang sebelumnya pernah diumbar bapak angkatnya itu. Iya, buat balik ke Roma! Tapi Varus malah tetiba gak mau.

    Duuuhhh tua tua tapi berkhianat 😈



    Varus nggak mau karena "Arminius itu anak Barbar, lahirmu di Germania ya kamu harus mengabdi pada Roma di kampung halamanmu", gituuu



    Di sisi lain, Varus didatangi sama Segimer, bapak kandungnya Ari alias kepala suku Cherusci. Yaa inti kedatangannya ya, babibubebo buat ngurangi pajak, upeti yang dikasi desanya buat Roma. Gak kuat lah liat rakyatnya sendiri menderita.

    Di pertemuan itu sekaligus ngebahas deh, permintaan Varus buat ngejadiin Ari jadi kepala suku di Cherusci. Niat hati biar mudah laah koordinasi atau apalah itu, ntar kalau Roma butuh apa gampang kalau sama antek Roma sendiri. 

    Tapi Segimer tentu saja nggak mau dong. Segimer bilang kalau Ari mau jadi kepala suku, maka dia harus mati dulu.

    Ehhh hari hari kelam itu datang dong. Bapak kepala suku Cherusci bunuh diri dengan menenggelamkan diri di rawa. Bunuh diri biar anaknya kandung jadi kepala suku nggantiin dia.


    Sedih banget deh perpisahan Segimer. Dia bawa kudanya keliling. Ngliatin rakyatnya. Nyapa. Trus tiba tiba ke rawa buat meninggoy.

    Kejam ya perpolitikan masa itu. Ngegeser jabatan orang taruhannya nyawa cuy.

    Oke. 

    Lanjut.

    Bapaknya meninggal yaudah pasti tahu laaah. Sedih banget pas tahu Varus minta dia gantiin bapaknya. Arminius jadi auto yatim piatu 😭


    Arminius alias Ari bawa pasukan ke kampung halaman. Sebenarnya di hari sebelumnya, bapaknya Thusnelda yang jadi kaki kanan Roma itu ngangkat dirinya sendiri sebagai kepala suku Cherusci hehe. 

    Tapi Ari langsung datang bawa pasukan Romawinya ke kampung halaman. Langsung beri maklumat kalau dia adalah kepala suku Cherusci yang baru, pengganti bapaknya. 

    Berikut foto deklarasi Ari jadi kepala suku di desanya. 


    Hari pertama jabat kepala suku, Ari ngajak salah satu pasukannya Telio buat kongkalingkong. Jadi pemberontak. Ya intinya Ari menawarkan, masak kita gak berjuang bersama suku kita, darah keturunan kita sendiri, dan mau jadi kacungnya Romawi terus. Gituuuu 

    Udah deh. 

    Setelah itu, tugas sih Talio adalah ngebawa Folkwin Wolfspeer yang asli datang. Buat berunding lalala yeye. 

    Folkwin heran kok Ari malah jadi kepala suku, katanya mau kembali ke Roma. Trus Doi jelasin kalau dia bakal jadi musuhnya Roma. 

    Arminius menawarkan diri bakal membantu Folkwin Wolfspeer buat ngehancurin Roma. Folkwin kan cuma nyerang satu legiunnya aja kan, nyomot kalimatnya si Ari, kelinci. Ari ngajakin buat ngehancurin Srigala, alias 3 legiun sekaligus. Ajegileeeee pede banget yak. 


    Fafifu waswiswus, Folkwin sama Thusnelda ng-challange sama cita cita Ari yang ngehancurin Kekaisaran Roma, saudara saudara. Sebuah negara adi kuasa yang ngejajah tanah Germania. Iyaaa pede banget emang si Ari nih. Lebih tepatnya visioner. Jelas apa yang jadi target sasarannya. 

    Syaratnya harus ngumpulin semua suku. Biar bersatu. Melawan gedenya Kekaisaran Roma. 

    Thusnelda ngledek. 'Emang lu siapee' gitu kali istilahnya. Suku suku lain pada kagak tahu siapa Ari. Kecuali kroconya Roma kan. 

    Jeng jeng, kalimat terakhir yang ditawarkan Arminius di depan Thusnelda dan Folkwin bener bener bikin gempa jagad persilatan. 


    Bang Arminius lagi nglamar Thusnelda saudara sudaraaaaaaaaa aaaahhhhhhh ♥️♥️♥️ 🔥🔥🔥

    (*) 

    Kamis, 1 april 21
    19.54

    Lanjut eps 5 gak nih. 2 lagi kelar loh, trus next season 2 🥰

    Continue Reading


    Drtdtdtdtd pale paleee, bentar lagi menghibur diri bentar 🤐 Eps 3 rada rada berat dan menimbulkan kemarahan terselubung pada ketidakadilan dan penindasan. Hm hm hm. 

    Oke. Lanjutkan.

    Jadi gini, Si Ari alias Arminius ini langsung otewe nyari mukanya si Folkwin Wolfspeer. Gimana pun caranya harus dapat.

    AT that time, si Folkwin bersama gerombolan sahabat sesuku dan saudaranya melarikan diri. Tahu kan kalau dirinya lagi diincar sama Romawi. Pokoknya ngilang deh buat keselamatan dan kesehatan.

    Nah Folkwin ketemu deh sama sebuah desa. Dimana kepala sukunya Bructeri masih punya kekerabatan dekat sama keluarganya. Di sana mereka berpesta pora. Karena Folkwin bersama pasukannya ini benar-benar disambut, ya udah mereka memutuskan buat nginap. Toh dari pihak kepala suku desa itu juga dengan tangan terbuka gtu nerima Folkwin. 



    Udah tuh. 

    Si Ari alias Arminius titik pencarian pertama di desa Chesruci ini. Ya kan sebelumnya pas Varus datang kan ada penyaliban keluarga dari Folkwin tuh. Mayatnya masih di kayu salib. 



    Warga desa yang diinisiasi mbak luar biasa bernama Thusnelda kan minta buat nurunin mayat mayat keluarga Folkwin. Awalnya ditentang sama bapak kepala suku pakai acara marah marah gtu. Iya lebih tepatnya marah sama keadaan. Kek dia gak becus aja nggak bisa ngelindungi warga desanya. Pas si Ari datang di desa tuh, yaudah its okay. 

    Mayat keluarga Folkwin akhirnya dibuat acara pengukuran yang layak sebagaimana mestinya. Udah tuh drama belum juga berakhir kawan. 

    Pas selesai acara pemakaman (dengan cara dibakar, kalau disini ngaben kali ya), Mbak Thusnelda ini mergoki Ari lagi omong omong sama pasukannya. Trus tiba-tiba pergi bawa kudanya. Thusnelda auto kepo dong, ada apa sih. 

    Langsung deh, Thusnelda ngeluarin kudanya. Gasss 🐎🌬️🌬️🌬️

    Eh malah bapaknya tahu, Segeste langsung ngurung anak gadisnya (eh sori, bukan gadis lagi ternyata). So sad 😭

    Jebuuullll, ternyata eh ternyata. Ada sumber yang bilang kemana si Ari dan pasukan Romawinya ini pergi. 

    Yup, aku baru ngehnya juga di twist akhir. Di desa yang menampung keberadaan Folkwin dan pasukannya itu ada seorang pengkhianat. Siapaaa coba? 

    Bener. Si kepala sukunya Bructeri. 

    Pas mau tidur bersama para wanita bareng sama laki-laki dari desa tersebut. Folkwin udah ngecium firasat buruk. Agak slow mo pas bagian ini. Jadi ketegangannya dapat. Awalnya ada angin yang bikin pintu ke rumah yang dihuni bareng-bareng itu. Si wanita yang tidur bareng itu eh tetiba langsung menghunuskan pedangnya ke salah seorang pasukan Folkwin. Bahkan beberapa orang berhasil kabur. Meninggalkan sosok cowok yang di eps dua pernah adu bacok sama Ari itu. Dia jadi tumbal, alias ngorbanin diri biar Folkwin sama teman-temannya berhasil lolos kabur. So sad (2) 😭

    Oke Folkwin dan pasukannya berhasil lolos sampai ketemu dengan Negeri Kegelapan atau apalah itu. Dimana legenda yang beredar itu hutan ngeri ngerong. Gak ada yang pernah memasuki hutan itu. Emang aura pengambilan gambarnya menakutkan dan menyeramkan sih. 



    Folkwin mimpiin jalan dan ada satu orang yang nggak mau gabung. 

    Eh satu orang ini, malah kepergok sama pasukan Roma yang lagi istirahat di hutan. Kan dia kecelik tuh tadi. Gara-gara gak bisa nemuin Folkwin di desa dimana dia bersembunyi sebelumnya kan. 

    Dan orang ini harus ngasi tahu dimana keberadaan Folkwin berada. Iyaaa di hutan penuh kegelapan itu. Langsung deh disusul sama Arminius. 

    Terjadilah baku hantam pas mereka ketemu di hutan tersebut. 

    Ok. Ok. Ok. Ok

    Yang paling mencengangkan di akhir episode adalah... 

    Si Arminius alias Ari bukannya ngehantam si Folkwin malah temennya sendiri (pasukan Romawi). Si Folkwin cuma cengoh dan wow. Teman masa kecil guaaaaa 😨

    Kayaknya doanya Folkwin terkabul deh, sesuai permintaannya pada dewa. 

    Nih mukanya Folkwin pas diselamatkan sama Arminius. 



    (*) 

    Kamis, 1 april 21
    Helo april
    Be nice 💪


    Continue Reading

    Babagan eps 2 ges ngulas Barbarians Series Netflix lagi 💙💙💙


    eh bukan ngulas ding, menceritakan kembali 😋

    Okee lanjutttt

    Berhubung nonton ini cepat maka ya bikin ulasannya juga cepet. Alhamdulillah masih semangat, nanti kalau udah di titik jenuh, capek sama hidup, mungkin gak bakal lanjut aku ngulasnya.

    Haha haha haha

    Jadi di awal eps 2 ini, Ari alias Arminius yang diangkat jadi ksatria Roma ini pulang kampung. Dari kecil, dia udah diangkat jadi bagian Kekaisaran Roma.

    Konon ceritanya, Kepala suku Cherusci bernama Segestes (karena alurnya lebih banyak di desa ini makanya dia sering jadi poin pentingnya) ini punya anak. Salah satunya adalah Ari. Pas masih kecil mungkin umur 7 tahunan, Ari harus disumbangkan (aduh apa ya bahasa yang paling indah untuk menggambarkan bahwa anak ini harus ditumbal keluarganya sendiri) ke Kekairsaran Romawi.

    Si Ari kecil ketika dibawa pergi jadi 'tumbal'


    Ya intinya si Ari ini jadi tumbal perdamaian desa tempat tinggalnya ke Kekairsaran Roma. Soalnya ada aturan kalau anak Kepala Suku harus diserahkan ke Roma untuk dididik jadi 'kacung' nya mereka. Ya begitulah.

    Dan perlu diketahui bersama, bahwasanya Ari, Folkwin sama. Mbaknya yg bernama Thusnelada itu sahabat baik sejak kecil. Jadi ya Folkwin dan mbaknya seneng banget akhirnya bisa reunian kecil ya kan. 
    Thusnelda kecil yang nggak rela tahu Ari dibawa pergi sama Pasukan Romawi

    Ibaratnya buat mempertahankan darah kekuasaan Roma juga gak sih, cerdas banget emang Kekairsaran ini.

    Oke lanjot.

    Ari datang ke ayahnya yg kepala suku, oke namanya Segretes. Basa basi. Tanya keberadaan ibunya, yang ternyata sudah meninggal 6 tahun lalu karena sakit demam.

    Pembicaraan mengarah ke yang intinya, Ari tahu kalau simbol Kekairsaran Roma which is Elang Emas itu ada di tangannya. Iyaa, soalnya mbaknya yang perempuan yg balas dendam soal adiknya jadi cacat itu, Thusnelada dan Folkwin Wolfspeer udah nyuri itu simbol.

    Ya begitulah.

    Intinya mas Ari alias Arminius itu datang dengan baik baik. Cuma mau ambil simbol itu tanpa pingin ada perumahan darah. Toh, doi datang juga gak bawa pasukan alias seorang diri kan.

    Tapi ada drama drama terjadi. Sebelumnya ada salah seorang pemuda desa yang menyaksikan pemenggalan kepala pamannya oleh si Ari ini. Berhubung dia datang maka auto dibacok dong. Ya itu sekaligus penyambutan ada pasukan Romawi ke desa itu ya kan. 

    Yauda di momen bacok membacok itu, Ari kena luka parah banget. Gak tahu gimana ceritanya (mungkin sudah fafifu was wis wus sama bapak kandungnya ya yang kepala suku alias Segretes buat ambil itu simbol), Ari bawa pergi itu simbol. 

    Sahabat masa kecilnya, Folkwin Wolfspeer yang ngeliat nggak terima. Yaudah deh dibuntuti ke hutan. Sampai Ari harus bikin Folkwin jatuh terkapar alias pingsan gara gara bacokan si Ari. 

    Folkwin Udah muntap-muntap tahu Ari bawa pergi simbol elang emasnya


    Sementara itu, untuk menyelamatkan warga satu desa, salah seorang yg dekat sama Segretes berkhianat. Dia bilang ke pasukan Roma bahwa dia tahu siapa yg ngecuri simbol elang emas itu. Pasukan Romawi tahu lah kalau tersangkanya si Folkwin kan. 

    Untung si Folkwin terkapar tak berdaya di hutan ya. Dia nggak tahu aja ada huru hara di desanya. Karena pasukan Romawi yg dipimpin Varus (bapak angkatnya Ari) langsung datang ke desa. 

    Sampai berakibat ke seluruh anggota keluarganya Ari dihukum salib alias gantung sampai tidak bernyawa. Padahal sebenarnya pasukan Romawi ini nggak tahu aja kalau si Ari lagi otw ke kamp Romawi sambil ngebawa simbol elang emasnya. 

    Akhir, meski pada akhirnya pasukan Romawi sudah mendapatkan simbol elang emas yang dicuri. Tapi target mereka tetap si Folkwin gess. 

    Jeng jeng jenggg

    Plot Twist nya adalah, si Ari alias Arminius curhat mau pindah kerja (ya ditugaskan kemana kek). Asalkan nggak mau ngurus urusan kampung halamannya sendiri. Ari minta ke bapak angkatnya Varus mau pindah ke Suriah kek, Spanyol gitu. Tapi Varus malah minta Ari ngrampungin tugas terakhirnya.

    "Bawa kepala si Folkwin"

    Iya, sahabatnya sendiri gara-gara kenekatan curi simbol elang emasnya.

    Armenius alias Ari auto keder nggak tuh (?)



    (*) 

    30/3/2021
    11:15

    Continue Reading

    Ulasan soal tontonan menjelang tidurku, 

    Barbarians


    Eps I

    Prolog awal alasan nonton series netflix ini karena udah jenuh dengan perdrakoran. Mon maaf. 

    Dan ditontonnya menjelang tidur. Berharap ntar kalau pas mimpi bisa flashback masa pendudukan Romawi. Halunya biar pas. 

    Desclaimer, aku nulisnya berdasarkan apa yg aku tonton. Ilmuku gak nyampai kalau series ini dari Jerman atau semacamnya. Trus dikaitkan sama sejarah pendudukan Romawi di Germania ini sendiri.

    Desclaimer yang kedua, sebenarnya aku nggak ngulas sih. Hanya menceritakan kembali. Halah haha

    Ceritanya berawal dari ada desa Cherusci yang masuk wilayah bernama Germania yang merupakan daerah kekuasaan Romawi. 

    Mereka diminta buat ngasih pajak berupa hewan ternak dan hasil bumi ke Roma. Jumlah yang harus dibayarkan banyak, kepala suku ini memanggil kepala suku lainnya antar desa buat musyawarah. Ya intinya kita ngasih apa enggak kita pajak gede yg diminta Roma. Soalnya kalau nggak diserahkan kan urusannya sama keselamatan desa itu. 

    Ada beberapa orang yang nggak sepakat, tapi mayoritas sepakat buat menuhi pajak permintaan Roma. 

    Udah tuh, dikasi pajaknya. Tapi pasukan Roma ngerasa kok nggak banyak yg Chesruci ini kasih. Drama mulai dong, yaa perang adu mulut sampai berbuntut anak bungsu kepala suku itu cacat gara-gara nolongin mbaknya yg dianiaya sama pasukan Roma. 

    Terusss, mbaknya (aku gak tau namanya) ngajak pacarnya Folkwin Wolfspeer buat balas dendam. Mereka inisiasi buat mencuri simbol elang emasnya Pasukan Roma. 

    Simbol elang emas yang dicuri


    Berhasil deh. Kecuri. Eh jebul ada salah satu ksatria pasukan Roma itu tahu kalau simbol kebanggaan Kerajaan Roma itu dicuri. Meski gak lihat pelakunya. Si pasukan Roma yang kemudian ku ketahui bernama Ari alias Arminius itu tahu siapa dalang yang mencuri simbol Kekaisaran Roma tersebut. 

    Plot twistnya adalah.... 

    Jenng jeng jengg

    Ternyata, si ksatria bernama Ari alias Arminius itu adalah anak dari Kepala suku Chesruci, Segimer. 

    Nih wajahnya Ari pakai topeng perang. 

    Armenius dalam topeng perang

    Next lanjut eps 2 yes
    30 Maret 21
    09.36

    Continue Reading

    Mungkin selama 2 bulan terakhir ini aku benar-benar dihibur lewat kehadiran drama True Beuaty. Agak telat mengikutinya. Baru mulai langganan di VIU pertengahan mendekati akhir Desember. Awalnya diperkenalkan oleh adik bungsu. Berakhir dengan setiap minggu mantengi hari Kamis - Jumat di pagi hari. Ya, karena VIU uploud-nya sepagi itu. 

    Kini drama True Beuaty sudah tamat. Padahal di webtoon-nya masih lanjot. Ya, antara webtoon dan drama punya industri yang beda. Jangan sampai deh nasib di webtoon kayak sinetron en-do-ne-sia yang beribu-ribu eps dan kalau tamat suka nyekek leher karena ceritanya terlalu dipaksakan. Jangan. Meski drama udah selesai, belum tentu aku juga akan menggantungkan kisah cinta Lim Ju Kyung - Lee Su Ho - Han Seo Jun ini. 

    Tak ku sangka, drama True Beuaty bakal jadi drama yang aku meninggalkan jejak menye-menye di hati ini. Meski sudah tamat, aku masih belum terima dengan nasib Han Seo Jun yang berakhir patah. Yah beginilah kalau nonton drama korea selalu di tim secondlead. 

    Tentu di luar bakal banyak ulasan terkait drama ini. Kalau lagi suka menye-menye, cinta bertepuk sebelah tangan alias tim secondlead, tontonlah kawan-kawan. Kalian akan merasakan betapa sakitnya ketika mengikhlaskan seseorang itu berada di level tertinggi dalam mencintai. 


    Di postingan ini memang cinta, kasih sayang, dan tulisan ini bakal didedikasikan ke tim secondlead alias Han Seo Jun. Jadi menurutku, aku perlu banyak mengambil hikmah pelajaran menjadi Han Seo Jun. 

    1. Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan (Udah 'kek Makanan Harian)


    Mungkin aku, atau kamu, atau kita adalah orang yang suka dengan orang (yang pada akhirnya) bertepuk sebelah tangan. Hanya kita doang nih yang usaha. Pihak sono mah biasa-biasa. Padahal segala usaha sudah dilakukan. Mulai doa, kadang cari perhatian, usaha apapun agar bisa bersanding manis dalam sebuah ikatan manis. Tapi apa daya, dikasih esem ngguyu aja enggak.

    Haduh, memang ya. Takdir tidak pernah seindah itu. Maka sangat-sangat-sangat bisa diterima di akal sehat bagaimana terpuruknya peran secondlead yang berakhir hanya mengungkapkan alasan. 

    Sama kayak kisah cinta Jungpal yang terjungkal gara-gara lampu bangjo. Niat hati mau memberikan pengakuan tapi semesta bak tak pernah ngasih dukungan. Kalah cepat sama Taek. 

    Maka petikan lagu dangdut lama karya Dayu Ag ini bisa jadi menambah lara hati yang sudah teriris taburan garam.



    Atau sama pula kayak habis pengakuan Seo Jun yang berakhir dengan tangisan di tangga darurat. Setelah Seo Jun memberikan 'kebohongan' yang mengatakan bahwa Su Ho bakal balik lagi ke US. Rasanya tak kuasa hati ini dibuat gembeng. Ingin ku berlari dan kupeluk tubuh ringkih Seo Jun. Kemudian berbisik penuh dengan kata-kata puitis menghibur luka yang tak berdarah ini. 2 taun masak jagain jodoh orang, huuhu.

    'Kamu tak sendirian, kawan'

    'Ada aku yang kisah cintanya tak pernah semanis hubungan Rain - Kim Tae Hee,'

    'Setidaknya kamu luar biasa, Seo Jun. Sudah mengakui rasamu. Apa daya aku yang punya nyali sebesar kamu. Nyaliku tengkurap dalam sangkar berdebu ini,'

    2. Dari Han Seo Jun, Aku Belajar Bahwa...


    Cinta itu persoalan ikhlas. Teringat kisah teman yang hatinya tercabik-cabik tahu pujaan hati menikah dengan adik tingkat. Padahal level kedekatannya sudah sangat wow sekali. Bagaimana bisa ada lelaki yang rela meminjamkan iphone XS nya untuk dipakai harian. Ketika itu temanku ini hape-nya rusak dan perlu komunikasi.

    Level kedekatan ini udah pasti menyejajari Han Seo Jun. Ia rela lakukan apapun. Pura-pura baik-baik saja, padahal hati lagi sakit-sakitnya. Jadi tempat keluh kesah sampai ungkap sakit hati Lim Ju Kyung kala dirinya tahu menyukai Lee Su Ho. 

    Ahhhh 😠

    3. Ketegaran Han Seo Jun Jadi Inspirasi Kita, Bahwasanya Level Tertinggi Mencintai Adalah...


    ... membuat orang yang kita sukai bahagia. Meski bukan lewat kita. Kita mungkin angin lalu. Kita tak ubahnya seperti orang lewat di jalanan. Sedangkan dia bertahan dengan orang lain yang menurutnya mampu membahagiakan. 

    Maka ketika itu, Han Seo Jun bak sedang naik bus BST, kini hanya bisa melihat paras Lim Ju Kyung yang sudah menepi, berhenti di pemberhentian Lee Su Ho. Dirinya hanya bisa menatap kepergian orang yang disayanginya. 

    Namun, percayalah Han Seo Jun. Kelak kamu akan menemukan 'rumah'-mu sendiri. Karena terkadang, arti rumah itu bukan melulu merujuk pada sebuah tempat. Bisa jadi itu adalah seseorang yang kamu sayang 😴


    Hwang In Yeop jadi Han Seo Jun (IG @hi_high_hiy)

    Huah, banyak kata-kata manis Han Seo Jun bertebaran di linamasa. Terakhir, mungkin ini pesan terakhir Han Seo Jun untuk kita (termasuk aku). Pernyataan ini harus jadi arah dan motivasi bagi kita yang masih berharap (halu) pada cinta sepihak kita.

    Bahwa sebenar-benarnya perjuangan adalah menyatakan perasaan meski berujung, 'maaf aku sudah lagi proses mengkhitbah perempuan lain'.

    "Semesta memintaku untuk melepaskannya, padahal aku belum sempat memiliki dia. Setidaknya aku tidak menyesal karena sudah berani untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini kupendam" Han Seo Jun eps 16 True Beauty.

    Sing relo, berani melepas atas nama takdir yang tertulis di lauful mahfudz 😐

    Siap Komandan!

    Sedang membayangkan jalan-jalan ke Vienna.
    Jumat, 5/2/2021
    19.13


    Continue Reading
    Older
    Stories

    About Me!

    About Me!

    Arsip

    • ▼  2026 (2)
      • ▼  May 2026 (1)
        • Bertemu di Titik Temu
      • ►  Feb 2026 (1)
    • ►  2023 (1)
      • ►  Jan 2023 (1)
    • ►  2021 (34)
      • ►  Aug 2021 (1)
      • ►  Jul 2021 (3)
      • ►  Jun 2021 (3)
      • ►  May 2021 (4)
      • ►  Apr 2021 (8)
      • ►  Mar 2021 (6)
      • ►  Feb 2021 (4)
      • ►  Jan 2021 (5)
    • ►  2020 (64)
      • ►  Dec 2020 (4)
      • ►  Nov 2020 (4)
      • ►  Oct 2020 (4)
      • ►  Sep 2020 (4)
      • ►  Aug 2020 (5)
      • ►  Jul 2020 (6)
      • ►  Jun 2020 (6)
      • ►  May 2020 (5)
      • ►  Apr 2020 (9)
      • ►  Mar 2020 (6)
      • ►  Feb 2020 (9)
      • ►  Jan 2020 (2)
    • ►  2019 (12)
      • ►  Jul 2019 (1)
      • ►  May 2019 (4)
      • ►  Apr 2019 (1)
      • ►  Mar 2019 (2)
      • ►  Feb 2019 (3)
      • ►  Jan 2019 (1)
    • ►  2018 (6)
      • ►  May 2018 (2)
      • ►  Apr 2018 (1)
      • ►  Jan 2018 (3)
    • ►  2017 (9)
      • ►  Dec 2017 (1)
      • ►  Nov 2017 (2)
      • ►  Oct 2017 (1)
      • ►  Sep 2017 (5)
    • ►  2016 (3)
      • ►  Sep 2016 (1)
      • ►  Apr 2016 (1)
      • ►  Mar 2016 (1)
    • ►  2015 (7)
      • ►  May 2015 (6)
      • ►  Mar 2015 (1)
    • ►  2014 (25)
      • ►  Nov 2014 (1)
      • ►  Oct 2014 (2)
      • ►  Jun 2014 (1)
      • ►  May 2014 (2)
      • ►  Apr 2014 (6)
      • ►  Mar 2014 (3)
      • ►  Feb 2014 (7)
      • ►  Jan 2014 (3)
    • ►  2013 (12)
      • ►  Dec 2013 (7)
      • ►  Oct 2013 (2)
      • ►  May 2013 (1)
      • ►  Jan 2013 (2)
    • ►  2012 (12)
      • ►  Dec 2012 (3)
      • ►  Nov 2012 (2)
      • ►  Jun 2012 (2)
      • ►  May 2012 (2)
      • ►  Jan 2012 (3)
    • ►  2011 (14)
      • ►  Dec 2011 (3)
      • ►  Nov 2011 (11)

    Labels

    Artikel Ilmiah Bincang Buku Cerpen Curahan Hati :O Essay harapan baru Hati Bercerita :) History Our Victory Lirik Lagu little friendship Lomba menulis cerpen :) Memory on Smaga My Friends & I My Poem NOVEL opini Renjana Review Tontonan Story is my precious time Story of my life TravelLook!

    Follow Us

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    recent posts

    Powered by Blogger.

    Total Pageviews

    1 Minggu 1 Cerita

    1minggu1cerita

    Follow Me

    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top