Pages

  • Home
  • Tumblr
  • linked
facebook linkedin twitter youtube

Rumah Dialektika

    • About Me
    • Renjana
    • Cerita Pendek
    • Opini
    nabila chafa:

    Seharusnya…
    Sendu di kota Solo, 17 February 2014 at 5.56 pm

    Memang harusnya kamu di sini…

    Di dekatku memandang cakrawala.

    Memang seharusnya kamu di sini…

    Merasakan embusan semilir angin yang menerpa.

                Tidak bisakah kau lebih lama di sini?

                Menemaniku dalam kebisuan.

                Memperpanjang waktu pertemuan kita.

                Apa yang kau lakukan di sana?

    Sesak…

    Perih…

    Sakit…

    Rasa itulah yang mencengkramku selama beberapa saat.

                Semuanya terasa menyedihkan,

                Tanpa kamu, Tanpa ada kenangan…

                Menghempaskan perlahan denyut nadi

                Menjadi serpihan tak berarti…

    Aku ingin kita.

    Aku dan kamu yang bercerita…

    Tak ada jarak!

    Hanya butuh menikmatinya.
     
    Continue Reading
    nabila chafa :
    gambar dari suara merdeka.com

    Kemarin hari kamis malam aku gak bisa tidur. Ya jelaslah, sebelum tidur kepikiran Matsuyama terus. Itu yang di death note. Hahaha :D dapat filmnya dari kakak DINI hari itu juga. Dapat teguran dari dosen karena aku keasyikan nonton film di gazebo dan tadaaa... aku telat masuk hihihi :D jangan ditiru lho kawan :P

    Nah, pas malemnya itu jendela kamarku tahu-tahu geter sendiri dan aku gak tahu apa yang terjadi *lebay* nah, baru tahunya pas subuh-subuh gitu. Kalau gunung Kelud meletus. Jadii gimana nih. harus diapain. Kikikk :D

    Pagi-paginya aku harus nyari makan tuuh. Diantara berkabutnya awan dengan abu-abu vulkaniknya Gunung Kelud. Yah, dapat makanlah. Tapi kebanyakan tutup gegara itu, malas jualan karena hujan abu. Gak lama setelah itu, ada angin kenceng banget deh. Udah angin barat lagi, jadi abu-abunya bertebaran gitu. Coba deh kalian bayangin.

    Yah, doa aja lah yah. Semoga dapat hikmah dari musibah ini. Tul gak?



    Salam salju turun,


    Nabila



    Continue Reading




    PEMBELAJARAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Nabila Nurul Chasanati C0513036
    Ilmu Sejarah FSSR UNS
    chafa.nabila27@gmail.com

    ABSTRAK
    Artikel yang berjudul Pembelajaran Menulis Artikel Ilmiah Populer Tingkat Sekolah Menengah Atas yang ditulis oleh Nabila Nurul Chasanati menjelaskan tentang kepahaman siswa terhadap kepekaan dalam penulisan artikel ilmiah populer. Artikel ilmiah populer harus menarik. Untuk memenuhi syarat ini, guru memberitahukan topik-topik yang mengandung ciri-ciri kebaruan, kedekatan, cuatan (prominence), keanehan (unusualness), daya pikat manusiawi, dan konsekuensi. Prinsipnya adalah memilih topik berciri itu dengan bahasa yang populer. Ciri khas dari artikel ilmiah populer ini adalah keobjektifan pandangan dan kedalaman pemikiran. Dengan menulis artikel ilmiah populer membuat kesadaran setiap siswa menjadi peka dan meningkatkan daya kompetensi sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang baik.
    Kata Kunci: Objekif, gayut, keterpaduan, otentik, kebaruan, ketertautan (kontekstual).  

    1.      Pendahuluan
    Era kertebukaan informasi dan maraknya kemajuan teknologi memberi banyak celah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dalam berbagai cara termasuk tulisan. Secara sederhana sebuah tulisan dapat dikatakan deskripsi tentang suatu hal, pengalaman, atau kejadian. Pun dapat berupa ungkapan hati penulisnya. Dalam tulisan yang merupakan ungkapan, penulis mencoba berbagi dan berupaya membuat orang yang dirasakan penulis, baik terhadap suatu kejadian, suatu kebijakan ataupun apa yang terjadi pada dirinya sendiri.
    Di sisi lain, melalui tulisan, adakalanya seseorang ingin membentuk atau memperbaiki citra diri atau lembaga yang diwakilinya. Dalam hal pembentukan citra ini, sebagai penulis memerlukan upaya lebih keras agar pembaca dapat mengambil sari dari pesan yang ingin disampaikan. Tulisan-tulisan semacam ini dapat kita jumpai antara lain dalam penulisan release, advertorial, atau profil. Supaya tidak berkesan sangat subjektif, ada teknik-teknik untuk mengemas sedemikian rupa agar tetap menjadi suguhan penulisan yang layak dibaca maupun layak dipublikasikan (Mathilda AMW Birowo, 2012:1-2)
    Pembelajaran menulis artikel ilmiah populer adalah pembelajaran bahasa yang berancangan komunikatif. Ancangan komunikatif ini mencerminkan kebutuhan yaitu ketrampilan menggunakan bahasa secara nyata dan bermakna. Sehingga menempatkan mahasiswa ataupun siswa di jenjang sekolah manapun untuk turut aktif. Karena terdapat dua hal pokok mengenai pengertian artikel ilmiah dan pembelajarannya.
    2.      Artikel Ilmiah Populer
    Kata artikel didefinisikan sebagai satu karangan faktual tentang suatu perihal secara lengkap, yang panjangnya tertentu untuk dimuat di surat kabar dan atau majalah dan sebagainya dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan dan fakta guna meyakinkan, mendidik dan menghibur (Mappatoto, 1993:113).
    Fakta merupakan bahan pokok dalam artikel ilmiah populer. Hal ini dinyatakan oleh Siregar (1982:95) bahwa fakta adalah kejadian yang sungguh ada dalam kehidupan dan merupakan bahan baku dalam penulisan jurnalistik. Hal ini merupakan titik awal kegiatan jurnalistik. Mencari dan menemukan objek dalam realitas kehidupan manusia adalah langkah yang harus ditempuh. Tidak setiap orang dapat menemukan fakta, meskipun dia menghadapi realitas yang dihadapi secara langsung. Oleh karena itu, penulis dituntut untuk menemukan fakta. Kepekaan menemukan fakta inilah yang memperkaya topik tulisan. Singkatnya, penulis dituntut untuk dapat menjelaskan fakta.
    Sebuah tulisan yang isinya fakta berikut masalah yang tidak hanya satu tetapi beberapa sekaligus yang saling terkait, diikuti pendirian subjektif yang disertai argumentasi berdasarkan teori keilmuan dan bukti berupa data statistic yang mendukung pendirian itu dikemukakan oleh pakar bidang keilmuan tertentu, yang semestinya pakar juga (Soeseno, 1993:105).
    Tulisan berbentuk artikel tidak mempunyai struktur lengkap, bergantung pada sistematika yang dipilih penulis. Penulis bebas menuangkan masalah yang dibahasnya, kemudian menyambungnya dengan pendiriannya yang subjektif asal jelas dan mudah dimengerti isinya.
    Ada jenis-jenis tulisan yang dapat dipilih, misalnya argumentasi, narasi, eksposisi, dan deskripsi. Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis (Keraf, 1993:3).
    Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Unsur yang penting dalam narasi adalah unsur pembuatan atau tindakan (Keraf, 1993:136).
    Eksposisi atau penjabaran adalah salah satu bentuk tulisan atau retorika yang berusaha untuk menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran, yang dapat memperluas pandangan dan pengetahuan seseorang yang membacanya (Keraf, 1993;136)
    Deskripsi atau pemerian merupakan bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha penulis untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang ditulisnya (Keraf, 1993:9).
    Pilihan terhadap salah satu bentuk tulisan itu dominan bahkan kadangkala bentuk tulisan yang satu dengan yang lain saling tumpang tindih dengan yang lain. Contohnya, ada artikel yang menekankan model argumentatif, dikemukakan pendiriannya secara subjektif, yang sama sekali bukan tulisan tentang berita, fakta, peristiwa, atau proses seperti dalam feature. Karena artikel berisi sikap, penulis cenderung untuk mengeluarkan pendirian sebagai penegasan atau ketidaksetujuannya, yang dapat berupa kritik, terhadap sesuatu yang dipermasalahkan.
    Istilah ilmiah populer digunakan bagi tulisan yang bersifat ilmiah, tetapi sekaligus juga ditulis dengan cara penuturan yang mudah dipengerti (Soeseno, 1993:1). Istilah bersifat ilmiah itu bukan berarti bahwa artikel itu selalu berupa hasil penelitian ilmiah. Dapat juga tulisan itu berupa petunjuk teknis atau bahkan pengalaman nyata dan pengamatan biasa. Ciri khas tulisan ilmiah adalah keobjektifan pandangan dan kedalaman pemikiran. Tulisan ilmiah mengandung kebenaran objektif, didukung oleh informasi yang sudah teruji kebenarannya. Tulisan ilmiah disajikan secara mendalam berkat penalaran dan analisis yang objektif pula. Artikel ilmiah tidak bersifat ilmiah lagi apabila isinya mengemukakan ilmu (teori dan fakta) pengetahuan saja, yang sudah lama diketahui oleh umum dan ditulis berulang kali dalam berbagai media masa. Ilmiah dalam artikel ilmiah bukan ilmu atau sains, melainkan sifat yang diperoleh dengan suatu metode yang mengkaji objek, fakta atau gejala secara objektif. Dalam pengkajian itu selalu mungkin timbul kesalahan (pengukuran), penyimpangan (hasil), atau kelainan (mutu).
    Artikel Ilmiah populer mampu menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu objek, fakta, dan gejala itu terjadi secara objektif. Kalau tidak, artikel itu hanya merupakan tulisan yang dangkal, dan perlu diolah lebih lanjut menjadi tulisan ilmiah populer yang memenuhi syarat-syarat. Syarat-syarat itu antara lain, adalah (1) fakta atau gejala dan analisisnya objektif, dan (2) teknik penulisannya secara populer, mudah dimengerti, tetapi bukan berbentuk tulisan sendau gurau. Artikel ilmiah populer juga bukan fiksi sains, yang dikarang sebagai fantasi (rekaan) yang menggunakan fakta ilmiah, tetapi ditambahi uraian spekulatif untuk menciptakan keadaan sensasional. Khawatir kalau sensasi yang diciptakan tidak akan percaya, fiksi sains itu kemudian dihias dengan fakta ilmiah (Soeseno, 1993: 3). Unsur spekulatif tidak boleh dimasukkan ke dalam artikel ilmiah populer.
    Demikian juga, agar mudah dipahami, artikel yang sudah menarik itu mampu menyederhanakan persoalan yang dikemukakan. Dengan mengemukakan persoalan, biasanya pengertian dan definisi tentang sesuatu juga dikemukakan. Untuk memberikan batasan tentang suatu hal, penulis menguraikan suatu hal dengan beberapa kalimat, bahkan paragraf. Definisi merupakan persyaratan yang tepat mengenai arti suatu kata atau konsep. Definisi yang baik akan menunjukkan batasan-batasan pengertian suatu kata secara cepat dan jelas. Sebagai persyaratan dalam dalam artikel ilmiah populer ialah pemakaian kata-kata secara konsisten, baik berupa bentuk dan maknanya. Persyaratan ini timbul karena sifat bawaan bahasa yang rumit dan tidak tepat, pada hubungan kata dan maknanya. Untuk menjaga konsistensi ini, perlu ditetapkan arti kata atau istilah yang ditulis. Menetapkan kata berarti membatasi pemakaian kata itu. Arti yang sudah ditetapkan itu disebut batasan kata, yang lebih lazim disebut definisi (Akhadiah, 1988: 159-164). Ketepatan definisi diperlukan dalam artikel ilmiah populer untuk mendukung argument penulis yang dikemukakannya, yang diarahkan kepada konsumen masa.
    Karena artikel ilmiah populer itu dikonsumsi massa dan dimuat di media masa cetak, ada beberapa hal yang harus dipenuhi yaitu singkat, padat, sederhana, lancer, lugas, menarik dan populer. Artikel ilmiah populer menggunakan kalimat-kalimat yang pendek, tetapi lengkap, padat, dan sederhana. Artikel diupayakan betul dapat dibaca dan dimengerti dengan cara panulis berusaha menjauhi pnggunaan kata-kata yang tidak populer.
    Segi-segi kebahasaan tidak kalah menariknya dalam tulisan ilmiah populer. Hanya saja, untuk sementara dikesampingkan mengingat terbatasnya media.
    3.      Pembelajarannya
    Artikel ilmiah populer harus menarik. Untuk memenuhi syarat ini, guru memberitahukan topik-topik yang mengandung ciri-ciri kebaruan, kedekatan, cuatan (prominence), keanehan (unusualness), daya pikat manusiawi, dan konsekuensi. Prinsipnya adalah memilih topik berciri itu dengan bahasa yang populer.
    Menulis artikel ilmiah populer dapat diibaratkan sebagai suatu pertukangan. Kemahirannya dapat dipelajari, dilatih, dan dipraktikkan. Kesuksesan seorang penulis dapat dikomposisikan berikut ini, 90% latihan dan 10% bakat. Tidak benar beranggapan bahwa orang harus berbakat alam terlebih dahulu sebelum mampu menulis. Asalkan calon penulis mengingat dua prinsip, yaitu (1) kejelasan dan ketepatan (presisi) dan (2) menulis secara sederhana dan wajar (Anwar, 1979: 124), dia akan mampu memperoleh kemajuan.
    Dengan bertolak dari tujuan dikemukakannya topik makalah ini sebagai materi pembelajaran menulis artikel ilmiah populer, ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam penyampiannya (Pusat Perbukuan Diknas, 2005).
    Pertama, prinsip kebermaknaan. Dalam pembelajaran menulis artikel ilmiah populer, materi disesuaikan dengan kebutuhan. Prinsip ini bertumpu pada pemenuhan dorongan bagi siswa untuk mengungkapkan ide, pikiran, gagasan, perasaan, dan informasi kepada orang lain melalui artikel ilmiah populer. Topik yang mengena antara lain adalah topik kesiswaan, keremajaan, kesehatan reproduksi remaja, dan topik yang dekat dengan kehidupan keseharian anak muda.
    Kedua, prinsip keotentikan. Jika dikenakan pada pembelajaran menulis artikel ilmiah populer, prinsip ini bertumpu pada pemilihan dan pengembangan materi pembelajaran populer. Pembelajarannya bersifat aktif dengan cara memberikan banyak kesempatan untuk mengembangkan kemahiran menulisnya. Penekanan fungsi komunikatif bahasa-tulis dengan menekankan proses menulis-nyata diwujudkan. Syarat sedapat mungkin otentik, yaitu benar-benar otentik tulisan siswa, dimungkinkan karya mereka dimuat bersama secara intern. Diharapkan setelah menulis artikel ilmiah populer, ada rasa kompetensi antarmereka sehingga terkandung kemampuan berbahasa yang bersifat selektif dan fungsional.
    Ketiga, prinsip keterpaduan. Penataan materi pembelajaran menulis artikel ilmiah populer harus mempertahankan keutuhan materi. Hal ini dilakukan dengan cara bertahap. Prinsip ini juga gayut keterpaduan materi lain, misalnya membaca, berbicara, menyimak dan sastra. Sikap pandai-pandai memilih topik dan melatihkannya kepada siswa harus dimiliki pengajar. Mendorong kreativitas siswa untuk memilih topik artikel yang terpadu dengan materi pembelajaran sebelumnya diperlukan.
    Keempat, prinsip keberfungsian.  Penataan materi pembelajaran menulis artikel ilmiah populer harus jika pemilihan metode dan teknik pembelajarannya memperhatikan (1) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih topik artikel, (2) guru memberikan kesempatan dan contoh artikel ilmiah populer sesuai dengan prinsip kebermaknaan, keotentikan, dan keterpaduan, (3) guru mengarahkan siswa akan kegiatan nyata menulis, bukan pengetahuan tentang teori artikel ilmiah, (4) guru memberikan penghargaan kepada siswanya yang berhasil menembus media massa cetak atas artikel ilmiah populernya, dan memberikan semangat kepada mereka yang belum berhasil.
    Kelima, prinsip performansi komunikatif. Pengalaman menulis adalah pengalaman yang memungkinkan kegiatan berbahasa secara nyata melalui dukungan atas pembentukan performansi komunikatif yang bersifat sebagai berikut, (1) materi harus disesuaikan dengan bahan pembelajaran, (2) Hasil tulisan artikel itu bermakna bagi pengembangan potensi dan kemahiran berbahasa-tulis anak didik, (3) penyesuaian bahan pembelajaran dengan kurikulum menjadikannya sesuai dengan tuntutan didaktif-metodik mutakhir, (4) kemampuan berbahasa-tulis diajarkan secara berkelanjutan antarsemester dan atau antarkelas dan berkaitan dengan pengalaman belajar berbahasa secara terpadu.
    Keenam, prinsip ketertautan (kontekstual). Pemanfaatan media cetak yang memuat artikel ilmiah populer merupakan media dan sumber belajar. Media massa cetak sebagai sumber dan media belajar akan memberikan pengalaman langsung bagi siswa untuk belajar menulis sebagai kegiatan produktif berbahasa-tulis. Pemanfaatan media lebih cocok, karena kualitas maupun kuantitasnya mudah diakses dan murah.
    Ketujuh, prinsip penilaian. Pembelajaran menulis artikel ilmiah populer dengan ancangan komunikatif menurut sistem penilaian. Guru mengukur dengan langsung kemahiran tulis siswa secara bertahap, menyeluruh dan terpadu.
    4.      Kesimpulan
    Dari prinsip-prinsip yang dijelaskan diatas, pendekatan dalam pembelajaran menulis artikel ilmiah populer adalah, konsep kegiatan menulis adalah kegiatan menggunakan bahasa. Berbagai unsure bahasa mulai kosakata, kalimat, paragraph sampai wacana artikel ilmiah populer bukan unsure-unsur terpisah, melainkan terpadu. Pembelajarannya bertahap dan terkait satu sama lain. Kedua, kegiatan menulis artikel ilmiah sebagai komunikasi untuk menyampaikan pendapat penulis atas masalah umum yang muncul dengan bahasa populer.
    Materi kemampuan menulis artikel ilmiah populer ini dimuat secara proposional dengan materi kemampuan berbahasa, seperti membaca, berbicara, dan menyimak serta bersastra. Topik antarmateri kemampuan berbahasa dan bersastra saling terpadu. Diorentasikan kearah pembelajaran praktik menulis, bukan pada teori. Kesesuaian dengan kurikulum diperkaya dengan pengayaan materi, yaitu materi tambahan pilihan yang sejenis. Ada rincian materi pokok, misalnya definisi artikel ilmiah populer, ada uraian dan langkah-langkah menuliskannya dan ada contoh. Semua ini berelevansi dengan tujuan pendidikan, sehingga menimbulkan dorongan dan penghargaan terhadap salah satu tujuan pendidikan dan isi wacana mengacu pada berbagai segi kehidupan manusia. Tujuan itu antara lain, adalah pencapaian kebhinekaan dan kebersamaan, pengembangan budaya bangsa, pengembangan iptek dan seni, serta pengembangan kecerdasan berpikir, kehalusan perasaan, dan kesantunan sosial dengan isi artikel yang mengacu ke berbagai segi individu, masyarakat, binatang, tumbuhan, dan benda alam (Sugihastuti, 2008: 195-199).
    5.      Daftar Pustaka
    Akhadiah, Subarti dkk. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
    Anwar, Rosihan. 1979. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Pradnaya Paramita.
    Birowo, Mathilda AMW. April 2012. Bercermin lewat tulisan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
    Departemen Pendidikan Nasional-Pusat Perbukuan. 2005. Pedoman Penilaian Pelajaran Bahasan dan Sastra Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Jakarta.
    Keraf, Gorys. 1982. Eksposisi dan Deskripsi. Ende: Nusa Indah.
    ----------------. 1993. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
    Mappatoto, Andi Baso. 1993. Siaran Pers. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
    Panitia PIBSI-27, “Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Rangka PIBSI XXVII”, Yogyakarta: leaflet.
    Tim Penyusun Kamus. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional dan Balai Pustaka.
    Siregar, Ashadi dkk. 1982. Bagaimana Menjadi Penulis Media Massa. Jakarta: Karya Unipress.
    Soeseno, Slamet. 1993. Teknik Penulisan Ilmiah Populer. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
    Wibowo, Wahyu. 2006. Berani Menulis Artikel. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
    --------------. Januari 2011. Cara Cerdas Menulis Artikel Ilmiah. Jakarta: Kompas.  

    Continue Reading
    nabila chafa:
    Siapa ini?


    Hahaha… Nana buat gambar yang –lumayan- mirip sama aslinya. Dia itu orang gila. Guess what? Kemarin pas hari Selasa, 24 Desember 2013 Isna main ke kosnya. Dan pampangan gambar yang ditempel pasti dong –everybody knows. Huhuhu J)) Yah, begitulah.
    Dan pada akhirnya dia hanya bisa ngeles njawab, kalo gambarnya itu adalah Kyuhyun. Dosa apa tuh gambar sampai dibohongi pula?? Ck..ck..ck…
    Yah, inilah resiko kalau ngefans sama kakak tingkat yang lumayan rada kece. Memang nasib kalau banyak pesaingnya. Hm.. hm..


    Untuk kau diluar sana yang menganggumi dan mencintai dari jauh seperti temanku Nasitha itu, pastikan kekuatan perasaan kalian kuat menanggungnya. Okey?

    Salam ce-mu-ngut!!

    Nabila 
    *kya, buat nana*
    Continue Reading
    nabila chafa :

    HOHOHO :D
    Tadi itu edu exponya SMAGA yang ke-4 lho. Ada banyak perguruan tinggi negeri yang dipromosi. Nah, aku masih cinta itu sama calon PTN-ku dulu. Rasanya pingin banget. Apalagi tadi, aku liat Alfin teman satu kelasku dulu pakai jaket kuning. Hm.. Almamater kuning gitu. Almamater kebanggan. Nah, *tarik napas* harus bisa move on! Doakan yah :D

    Tadi mutar-mutar bareng temenku NOVI, trus cerita gak jelas gitu. Ngalor ngidul. Akhirnya apa yang diceritain itu adalah *yep* tentang BAKSO. Siapa lagi, coba?

    Tadi itu temen satu bangku di SMA gak dateng. TIKA namanya. Nah, yaudah deh lewat teleponan. Dia dong yang harusnya telepon aku. Kebiasaannya juga kok, dia sukanya buang-buang pulsa. BTW, dia udah punya pacar lho. Hihihi :D *ngiri*

    Eh, eh, tunggu dulu, Aku punya beberapa fotonya si... *ehem* BAKSO, Siapa lagi?
    Tadi, aku nyuruh si NOVI motoin dia dari jalan di tangga sampai di lapangan upacara. Kyuut banget deh. Dia tetap sama. Masih sama imutnya sebelum aku meninggalkan SMAGA-ku tercinta.

    Walaupun udah bagi tugas buat fotoin dia, aku juga dapat foto bareng DENI juga lho :D *dia janggutan* kikiki :D Gak bisa dibayangin deh :D lha aneh juga kok.

    Nih, dapat foto motornya *ehem* si BAKSO. Tadaaa.... buat oleh-oleh berkesan, karena dengan melihat motornya saja aku sudah senang, Kikiki. Sekarang malah ngangenin. Karena jadi wallpaper di desktop aku :D

      <<<<====tampak dari dekat

    tampak dari jauh dekat motor aku nih ==>>>

    Continue Reading
    nabila chafa said today:


    Catching dream

    Oleh: Nabila Nurul Chasanati
    Waktu bergulir setiap hari. Setiap detik. Setiap menit. Bahkan akan berujung dengan pergantian tahun. Tetapi kesannya bahwa hidup ini hanya mengikuti aliran air. Menurut pada sang matahari pagi. Hanya bergumul dengan waktu dan jam yang sama. Tidak adanya aktifitas yang menghasilkan dan berproduktif. Inilah hakikatnya hidup yang kita jalani. Hanya sebatas mengalir. Dari pagi sampai tenggelamnya senja.
    Masalah utamanya adalah kegalauan yang tak berujung. Masihkah jaman galau di era sekarang ini?? Banyak pilihan hidup yang mewajibkan kita memilih satu dari sekian banyak pilihan yang disodorkan. Ini memang tidak masuk akal. Tapi satu pilihan itu mampu menjawab berbagai ragam pertanyaan akan keeksistensi diri kita pribadi. Hanya orang malas yang masih merisaukan masalah masa depan mereka sendiri tanpa disertai sebuah action. Seakan masa depan yang tak terlihat itu bisa dijadikan factor kegalauan anak remaja saat ini. Bukan waktunya untuk menyalahkan diri sendiri karena ketidaksiapan kita dalam menghadapi persaingan yang ada. Semakin majunya jaman semakin kuat pula persaingan yang ditawarkan. Contohnya lapangan pekerjaan. Banyak orang berpikir, kalau ambil ilmu sejarah, mau jadi apa besok? Itukah yang sedang menjadi trend topic kegalauan seorang mahasiswa? Justru inilah momentum yang tepat untuk memulai membuat rencana strategis dan memantapkan akan pilihan yang kita sudah ambil.
    Action dan pembuatan target merupakan dua hal yang menjadi kunci dari semuanya. Tidak ada lagi berpangku tangan karena komitmen yang teguh sangat diperlukan dalam pencapaian target kita selanjutnya. Optimisme adalah suatu hal yang tidak boleh luput dari perhatian. Karena langkah awal yang kita daki adalah dengan megsugestikan hal-hal positif pada diri kita sendiri untuk merasa mampu bisa menggapai apa yang kita impikan tersebut.
    Tak lupa akan sebuah komitmen hidup yang sudah kita buat dalam hati kita sendiri-sendiri. Setiap orang pasti memiliki visi, misi bahkan tujuan dalam hidupnya. Cara untuk menggapainya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dikenal banyak kerja keras tak pantang menyerah untuk menggapainya. Apa yang kita lakukan saat ini menentukan apa yang akan kita dapatkan esok hari. Tapi tak akan bisa lepas dengan peran doa yang selalu kita panjatkan. Mengingat pembuat keputusan dalam hidup ini adalah Sang Kuasa.
    Sebuah visi, misi dan tujuan hidup serta semua kemampuan yang kita miliki hanya berbuah sia-sia jika tidak bersinergi dengan karakter yang kuat pada diri kita sendiri. Karakter merupakan suatu prinsip yang sanggup kita jalani dan tetap berfokus pada satu tujuan. Bekerja tidak sesuai dengan fokus yang kita miliki, pasti sangat menyulitkan untuk berkembang. Kita berasa dipaksakan oleh kehendak yang kita tidak inginkan. Hal tersebut tidak baik bagi pola piker kita secara psikologis.
    Tantangan yang dimiliki jika seseorang harus dihadapkan akan paksaan. Apalagi dengan orang tua. Orang yang terpenting yang tahu seluk beluk perilaku anaknya. Hal ini terlalu klise. Sampai saat ini banyak anak yang dijadikan korban akan keotoriteran orang tua dalam mendidik anaknya. Hal ini juga bisa menjadikan salah satu faktor ketidakfokusan seseorang dalam menggapai mimpinya. Pada dasarnya maksud dan tindakan yang diberikan orang tua itu baik. Mungkin peletakkan porsinya saja yang tidak tepat, sesuai dengan harapan si anak. Hal tersebut hanya masalah komunikasi saja antara kedua belah pihak. Penyelesaian berdasarkan musyawarah akan mencapai titik temu di kedua belah pihak.
    Dari kesemuanya ini dibutuhkan ketotalitasan. Resep terbaik dari ketotalitasan adalah adanya semangat dan kegigihan untuk mendapatkan impian idaman. Meraih mimpi sekan menjadi berat untuk dilakukan. Karena tersadar bahwa mimpi yang kita bangun itu seakan tidak masuk akal atau bahkan sangat jauh dari jangkauan. Bangun dan ubah paradigma!! Semuanya akan terasa sangat ringan jika dibarengi dengan semangat yang sudah penulis paparkan diatas. Ingat visi misi tujuan hidup diberangi dengan tekad yang kuat, kegigihan, totalitas dan konsistensi serta factor X yang tak mungkin hilang dari sendi kehidupan kita, yaitu Sang Maha Kuasa.  Apa yang kita kerjakan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Sebisaa-bisanya. Capaian tertinggi dari hidup kita harus dipasang berdasarkan target tertinggi. Sampai sulit untuk kita jangkau. Agar dengan mimpi tersebut, kita bisa menjadi pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan apapun. Walaupun dapat tantangan seberat apapun, asalkan kita tidak kehilangan visi, misi, tujuan bahkan kemampuan, kita pasti akan diunggulkan untuk menjadi juaranya.
    Jadi sekarang pertanyaannya adalah sudah siap dengan mimpi yang baru saja kamu bangun? Sudah sanggup untuk meraihnya? Mulai dari sekarang dan buktikan!
     
    Continue Reading
    nabila chafa said the Happy New Year!! :)


     
    Halo... time flows slowly and here we go. 2014!!! Happy New year all. Wish the best on this time. Do the best and reach your revolution in this way :')
    Long time ago, I have book on short story antalogiest. And I hope this year I make a book with my big name on the cover. Amien.
    And, what about your dream?? I hope you have too. 


    Best Regrards, 


    The dreamer, Nabila Chafa.

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About Me!

    About Me!

    Arsip

    • ▼  2026 (1)
      • ▼  Feb 2026 (1)
        • Foto Haji 2025
    • ►  2023 (1)
      • ►  Jan 2023 (1)
    • ►  2021 (34)
      • ►  Aug 2021 (1)
      • ►  Jul 2021 (3)
      • ►  Jun 2021 (3)
      • ►  May 2021 (4)
      • ►  Apr 2021 (8)
      • ►  Mar 2021 (6)
      • ►  Feb 2021 (4)
      • ►  Jan 2021 (5)
    • ►  2020 (64)
      • ►  Dec 2020 (4)
      • ►  Nov 2020 (4)
      • ►  Oct 2020 (4)
      • ►  Sep 2020 (4)
      • ►  Aug 2020 (5)
      • ►  Jul 2020 (6)
      • ►  Jun 2020 (6)
      • ►  May 2020 (5)
      • ►  Apr 2020 (9)
      • ►  Mar 2020 (6)
      • ►  Feb 2020 (9)
      • ►  Jan 2020 (2)
    • ►  2019 (12)
      • ►  Jul 2019 (1)
      • ►  May 2019 (4)
      • ►  Apr 2019 (1)
      • ►  Mar 2019 (2)
      • ►  Feb 2019 (3)
      • ►  Jan 2019 (1)
    • ►  2018 (6)
      • ►  May 2018 (2)
      • ►  Apr 2018 (1)
      • ►  Jan 2018 (3)
    • ►  2017 (9)
      • ►  Dec 2017 (1)
      • ►  Nov 2017 (2)
      • ►  Oct 2017 (1)
      • ►  Sep 2017 (5)
    • ►  2016 (3)
      • ►  Sep 2016 (1)
      • ►  Apr 2016 (1)
      • ►  Mar 2016 (1)
    • ►  2015 (7)
      • ►  May 2015 (6)
      • ►  Mar 2015 (1)
    • ►  2014 (25)
      • ►  Nov 2014 (1)
      • ►  Oct 2014 (2)
      • ►  Jun 2014 (1)
      • ►  May 2014 (2)
      • ►  Apr 2014 (6)
      • ►  Mar 2014 (3)
      • ►  Feb 2014 (7)
      • ►  Jan 2014 (3)
    • ►  2013 (12)
      • ►  Dec 2013 (7)
      • ►  Oct 2013 (2)
      • ►  May 2013 (1)
      • ►  Jan 2013 (2)
    • ►  2012 (12)
      • ►  Dec 2012 (3)
      • ►  Nov 2012 (2)
      • ►  Jun 2012 (2)
      • ►  May 2012 (2)
      • ►  Jan 2012 (3)
    • ►  2011 (14)
      • ►  Dec 2011 (3)
      • ►  Nov 2011 (11)

    Labels

    Artikel Ilmiah Bincang Buku Cerpen Curahan Hati :O Essay harapan baru Hati Bercerita :) History Our Victory Lirik Lagu little friendship Lomba menulis cerpen :) Memory on Smaga My Friends & I My Poem NOVEL opini Renjana Review Tontonan Story is my precious time Story of my life TravelLook!

    Follow Us

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    recent posts

    Powered by Blogger.

    Total Pageviews

    1 Minggu 1 Cerita

    1minggu1cerita

    Follow Me

    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top