Pages

  • Home
  • Tumblr
  • linked
facebook linkedin twitter youtube

Rumah Dialektika

    • About Me
    • Renjana
    • Cerita Pendek
    • Opini
    Hei blogger!

    Sudah wajar kita berteman dengan sunyi. Sama denganku di sini.

    Perkenalkan, aku Nabila Nurul Chasanati. Punya nama pena Nabila Chafa. Nama itu aku buat saat SMP saat ikut lomba menulis cerpen ala-ala. Haha, atau kadang bikin tulisan di buku tulis khusus untuk nulis novel, untuk nyantumin nama pena ala-ala punyaku kan. Walaupun pada akhirnya belum ada satu yang novel yang berhasil aku tamatin dengan menggunakan metode buku tulis, heuh.

    Lahir di Sukoharjo, 3 Desember 1994. Seorang Sagitarius dengan jiwa bebasnya. Tipe karakter mandiri (karena anak pertama), ambisius terkadang realistis (hidup yang membuatnya seperti itu), tidak suka dikekang apalagi berkomitmen. Hahaha!

    Itulah kenapa aku bahagia di umurku yang 25 tahun ini aku masih single. Bukan karena tidak ada yang mau, tapi aku udah menutup kesempatan itu. Kita lihat saja, pangeran berkuda putih mana yang akan menaklukkan hatiku, hauwah haha.

    Sudah kusinggung sebelumnya, aku menyukai dunia menulis. Dari kecil sampai gede hingga pada satu momentum aku mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan karya pertamaku dalam bentuk buku Antalogi ala-ala. Kemudian berlanjut ke penulis Indie sampai dikontrak oleh penerbit aplikasi baca.

    Inilah prestasiku:

    - Antalogi cerita Cerita Hati: Ini Cinta Pertama, Bukune (2012);
    - Indie Oyasumi, Bitread.id (2014)
    - Indie Reuni, Lembayung Publishing (2018)
    - Hesitation, cabaca.id (2018)

    Di tahun 2019 sampai 2020, aku belum lagi menyempatkan diri untuk menulis. Entahlah, kadang hanya bisa suka nggrundel di blog atau tumblr. Sosmed tersepi yang aku punya, wkwk. 

    Suatu ketika pada masa saya menjadi mahasiswa, saya tergabung dalam beberapa organisasi. Salah banyak diantaranya adalah... 

    1. UKM Keilmiahan SSC Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret sebagai Leader of Research 2015-2016
    2. Volunteer Solo Mengajar Batch 10 tahun 2015
    3. Awardee (Penerima Manfaat) Beasiswa Aktivis Nusantara Batch 6 dari Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa tahun 2016-2018.
    4. Manager of Curriculum Bakti Muda (Beasiswa Aktivis Muda) Batch 2 tahun 2017-2018.

    Kesibukanku adalah... 

    Aku pernah bekerja menjadi editor pada perusahaan buku dan modul pelajaran sekolah tingkat TK sampai SMA di CV. Citra Pustaka tahun 2019. 

    Sekarang di tahun 2020 ini menjadi reporter untuk kanal GridHype.ID salah satu jaringan dari GridNetwork. 

    Akun sosial media yang aku punya adalah... 
    Twitter : nabillachafa
    Facebook : Nabila Chafa
    Instagram : nabilachafa27
    Email: chafa.nabila27@gmail.com

    Feel Free for contact me~

    Cheers, 
    Nabila Nurul Chasanati aka. Nabila Chafa aka. Young Leader to be, amin hahaha!


    Continue Reading
    Hei, lama sekali tidak kusapa kalian. Sudah hilang sepertinya untuk menulis lagi.

    Meskipun, tidak ada yang kangen, selain Nabila di masa depan yang membaca ulang tulisan ini. Karena pada hakikatnya semua yang terekam di blog ini adalah proses pendewasaanku. Dari masih alay sekali, alay kebangetan, sok serius, lebay, baper, marah akan sesuatu dan lain sebagainya. 

    Jadi begini surat untukku di masa depan.... 

    "Bil, kamu sudah melalui 10 bulan indah-lika liku-penuh perjuangan. Iya, merasakan indahnya jadi budak korporat yang digaji di bawah harga umk Kabupaten Sukoharjo.

    Lumayanlah, dengan rentang waktu sebegitu singkat, kamu berhasil mengumpulkan tabungan sekitar 10 juta. Lumayan. Target mendekati akhir tahunmu adalah membeli hape baru. Hahaha, alhamdulilah ya. Katanya mau belajar buat meniti ulang karir online shop-mu. 

    Hahahaha! 

    Kaget yaa awalnya. Bermula dari Hp dengan Ram 1 giga, dan memory 8 gb. Sekarang udah berubah berkali-kali lipat. Dengan ram 6 giga dan memory 128 gb kamu bisa download aplikasi apapun. Terima kasih untuk Huawei hahaha. Meskipun banyak dari apps itu nganggur gak kesentuh. 

    Jika berpikir untuk bekerja 8 jam menjadi budak korporat memang tidak menyenangkan sama sekali. Work from eight to four everyday almost 6 days. Haha, tapi aku bisa melewati itu dengan rasa syukur sepanjang hari. Karena aku liat bagaimana orang di luar sana yang begitu susah payah mendapatkan chuan. Lebih melihat kondisi real life pertemanan, bahwa ada di antara kita yang masih belum beruntung perjalanan hidupnya. 

    Tapi alhamdulillah banget sih, dapat masalah di tempat kerja secepat itu kamu dapatkan. Dari situ kamu belajar akselerasi buat menyelesaikan hal yang sama di masa depan. Selain itu, memang kalau diteruskan di tempat lama bakal jadi toxic. Entah ke arah toxic positif atau negatif.

    Maksudku, dibanding nasib orang lain aku masih sangat sangat beruntung. Punya rumah hampir 500 meter, dengan 10 kamar kosan. Harusnya kalau ditinggal merem bisa dapat 5jt per bulan. Tapi yaa itu harus balik modal dululah utang utang buat membangunnya. Orang tua masih bergaji tetap tiap bulan. Punya usaha warung, toko kebutuhan sekolah, fotocopy, butik baju, setidaknya aku kipas kipas udah ada uang buat makan hari ini. 

    Tapi kamu masih bergemuruh melantunkan doa agar kondisi ini segera berhenti. Tidak mau terlalu lama rebahan. Namun, jika memang Allah memberi rejeki rebahan ini diperlama, kamu dengan senang hati melakukannya. Baca buku, nontonin drama, sambil dagang baju, dan banyak banyak halu, hahaha. 

    Masih tahap santai. Mau kerja okee. Mau wirausaha oke. Masih muda harus kerja keras. Entah nanti angin akan membawa kita ke mananya. Maksudku, sebagai anak pertama kamu belum ada tanggungan yang berat, gitu bil. 

    Indah banget masa 2 bulan antara desember sampai januari. Dimana kamu banyak rebahan. Selalu minta sama Allah. Titip doa ke elian juga yang lagi umrah. Banyak sambat ke gusti Allah. Nikmat banget kalau apapun yang kita lakukan bergantung sama kehendak Allah. 

    Kadang pas lagi mendekati waktu disminor, kamu merasa low banget. Mau banyak banyak sambat. Kenapa harus berjalan sebegitu stagnannya. Gak berprogress. Rejeki itu seolah berhenti diberi. Pernah aku berpikir seperti itu. Tapi ah enggak ah, Allah cuma minta kamu buat banyak banyak rebahan dan sambat aja. Kita gak bisa maksa Allah seenaknya. Minta ini itu dan "harus" dikasih waktu itu juga. Kan Allah Maha Kuasa ya, gak bisa sejenak jidat kita atur. So santailaaahh. Sesantai kamu nikmati pagi dan rebahan sepanjang hari. 

    Jadi, kalau pun apply kerja hanya hal hal yang  kamu tertarik aja. For sure, kamu sebenarnya berharap banget di terima di gojek solo. Karena kantornya hanya berada di solo baru yang 5 menit jalan. Yaah apalah daya ya. Allah mengabulkan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang menjadi keinginan kita. 

    Dan... 

    Kabar baik datang hari ini. Dari kompas gramedia dan di telepon langsung dari kode 021. Jelas kode dari daerah ibu kota. 

    Langsung aku kabarkan ke beberapa teman dekat. Salah satunya yayak. Sekalian aku meh menceritakan masa-masa indah rebahanku. Banyak banyak berharap sama Gusti itu nikmat. Luar biasa. Dan memang begitu adanya. 

    [23/1 19:47] Nabila Nurul Chasanati: Tapi emang nyaman banget sih yaaakkk
    [23/1 19:47] Nabila Nurul Chasanati: Gresula karo gusti ki
    [23/1 19:47] Nabila Nurul Chasanati: Maksud e ki, aku gak berharap gimana gimana. Malah pingin memperlama rebahan ku wkwk
    [23/1 19:47] Nabila Nurul Chasanati: Nek digawe santai slow mikir e penak o
    [23/1 19:48] Nabila Nurul Chasanati: Soal e tak komparasikan karo taun sing wingi wingi, aku "kudu" kerja, atau aku "kudu" kuliah taun iki

    Eh jebul ora kecandak wkwk. Nek wes ikhlas ngono ki malah entuk
    [23/1 19:48] Nabila Nurul Chasanati: Suk nek masalah rejeki jodoh ngono juga kali yaa yak

    Jadi apa intinya, banyak banyak ikhlas bil. 
    Banyak banyak berharap akan hal baik sama Sang Maha Kuasa. Dinikmati prosesmu. 

    Boleh kukatakan lagi bil, selamat datang kembali ke dunia perkorporatan. "


    23 januari 2020
    23.38 
    Menunggu 5 jam pertandingan Liverpool vs Wolves. 
    Bapak dan ibuk sedang bercakap-cakap sedemikian larutnya. 
    Continue Reading

    Hei blog! Aku merindukan tempat ini~



    Kau pernah berpikir, menginginkan malaikat jatuh ke bumi ini? Dan hanya datang untukmu seorang. Tidak pada yang lain. Kau pernah merasa hidupmu kesepian? Aku berpikir begitu. Seadanya cerita yang mengalir merdu melalui mulut-mulut brengsek mereka, tak pernah meruntuhkan keinginanku. 

    Kupanjatkan doa.

    Tuhan mengirimkan malaikatnya datang padaku. Hanya padaku seorang. Jangan berpihak pada manusia-manusia itu. Manusia-manusia yang aku benci. Melebihi bencinya aku pada pepaya. Aku bangun tidur masih dalam keremangan malam.  Cahaya datang dari balik pintu. Kuyakinkan pada diriku, bahwa kemarin malam aku tidak lupa untuk mematikan lampu. Tetapi kenapa cahaya itu datang padaku. Lalu semuanya seolah tenggelam dalam sepersekian detik. Secara tidak langsung aku tertidur kembali. Hati yang sudah penuh dengan gumpalan kebencian terhadap dunia ini aku pendam sampai kubawa terbang kealam mimpi. Bersamanya.

    Suatu waktu kamu datang. Lewat mimpi. Aku bahkan memelukmu, lewat mimpi pula. Sesekali aku cemburu. Pun, melalui mimpi. Logika berpikirku melarang untuk menambah pikiran. Sayangnya kedatanganmu meruntuhkan logikaku. 


    Terima kasih untuk satu minggu aku galau, di puluhan hari di akhir bulan Juni 2019. Lekas mendapatkan sosok yang layak, seperti impianmu. Begitupun aku. Tapi, tidak apa apa kan jika bayangan masa depanku adalah kamu. Toh hanya bayangkan! Siapa yang akan membuktikan itu sebuah kebenaran masa depan.
    ...
    Solo, 18 Juli 2019
    membalas pesan wasapmu dengan hhahaahaa
    21.13 pm
    Continue Reading

    Mimpi yang satu ini biasanya terjadi jika Anda memang benar memiliki suatu perasaan istimewa terhadap salah satu teman laki-laki Anda. Namun, tahukah Anda bahwa dalam mimpi tersebut terkandung makna kebahagiaan.

    Sebagai orang yang beriman, saat Anda mendapatkan suatu kabar baik, haruslah Anda bersyukur kepada Allah agar selalu mendapatkan berkah-Nya. Doa tersebut terkandung dalam Al Qur’an surat Al-A’raf 7 : 96.


    ***

    Allah Menghadirkan khayalan itu kemarin. Buah dari kekonsistenan akan pekerjaan barangkali. Bahkan aku sudah melupakan dirimu sejenak. Di chat LAN (baru saja) aku menceritakan pengalaman yang menakjubkan ini. Dan tepat ketika itu, lagu di soundcloud playlistku adalah Cloud and Thorns: Everything is Possible Now!


    Oh, whoa, oh, let's dream out loud (let's dream)
    ‘Cause all we know
    Has been turned upside down
    Everything is possible now
    Ooh, ooh, ooh, ooh, ooh, ooh
    Ooh, ooh, ooh, ooh, ooh, ooh


    Angin segar sekaliiii

    Khayalan itu Mengembun menjadi klimaks yang manis. Masa tau-tau kamu nglamar aku mas? Betapa bahagianya aku kemarin malam. Ingin kusumpal saja ketika Bapakku membangunkan buat sahur. Mana baru jam 3 lagi. Ahhhh, ingin kuulang lagi saja.

    Terima kasih sudah mampir di mimpiku~
    Baru saja seminggu yang lalu aku lagi mabuk tentangmu.

    ....


    21 Mei 2019
    14.07 setelah deadline tematik
    ketika bulan Mei hampir mendekati akhir.
    Ketika gajian sudah di depan mata.
    Apalagi libur panjang lebaran
    Continue Reading

    Suatu ketika aku dihadapkan oleh keberadaan cinta yang tidak terdeteksi oleh radarku. Apa mungkin radarku mati, rusak, sampai-sampai pertanyaan tentang eksistensi "lelaki mana" tidak terdeteksi olehku. Apa aku tidak membuka diri. Sampai hakikat kecemburuan tidak menyapaku.




    Kapan kamu bisa membaca rupa orang? Aku pernah mengeja hatiku dengan perlahan. Ketenangan membawa penyakit pada ketidaktahuan. Awalnya sikap tenang hanya akan berbatas tipis dengan keacuhan. Mungkin itu menerpa padaku secara perlahan.




    Dulu aku memojokkan teman yang sedang bimbang hatinya pada teman yang lain. Sepertinya dia menyukainya. Maksudku temanku pada temanku yg lain. Ada banyak teman-teman dari temanku ini yang berhasil menebaknya. Orang yang tenang seperti aku, tak mampu membaca. Padahal aku mengklaim bahwa aku lihai dalam membaca. Ternyata kemarin-kemarin aku hanya mampu mengeja wajah bukan membacanya. Terlalu pongah hati ini.



    Suatu waktu, hati ini sakit. Tatkala mengetahui fakta bahwa temanku benar-benar suka. Sedangkan aku hanya tinggal di pinggiran pantai seolah tengah menyambut badai. Dan badai itu adalah keseriusan temanku menyukainya.


    Bolehkah aku berada di tengah-tengah antara rasa suka temanku, Tuhan?


    Langkah jalanku terseok-seok. Terdepak pada lingkungan ini. Kan sakit, Tuhan? Bolehkah aku berdoa kejelekan mereka? Aku tidak peduli, Engkau akan kabulkan atau tidak? Asalkan aku bisa menangis untuk mendoakan perpisahan mereka.


    Maka aku akan perbaharui doaku,


    Semoga kita berjodoh ya mas~

    ....

    16 Mei 2019
    Antara malas numpuk deadline tematik 4/7
    10.48

    Continue Reading

    Hei Bil, 
    selamat malam? Selamat pagi? atau siang?
    tergantung kamu membacanya kapan, hehe.


    Lama sekali, aku tidak menyapamu. Surat terakhirku pasti lebih dari satu bulan yang lalu. Baikkah? Kau tidak mendapati suatu masalah yang berarti kan? Atau kau sedang memikirkan sesuatu sekarang?

    Bagaimana dengan prinsip hidupmu setahun ini? Akankah masih berjibaku dalam dunia kerja yang melelahkan? Ataukah sudah memutuskan untuk menimba ilmu lagi? Sudahkah kamu dapat kabar dari Imaf, temanmu. Katanya dia ada exchange di bulan Agustus di Amerika. Dia sudah pernah ke Jepang dan akan ke Amerika, sedangkan kamu masih mengakar di Solo aja.

    Suatu ketika, saat kamu menyapa teman lamamu yang ternyata sekarang bekerja di Bappenas dia menjabarkan indahnya Indonesia lewat kacamatanya. Membuatmu terlalu kerdil menjalani hidup? Dia sudah paham tentang daerah lain, sedangkan kamu masih mengakar saja Bil di Solo, entah sampai kapan. Kapan kamu keliling Indonesia? Atau setidaknya menginjakkan kaki ke luar negeri selain ibadah di Arab nanti. Melihat dunia tidak melulu untuk menghambur uang, tetapi menambah nilai edukasi tentang nilai dan prinsip yang lagi-lagi harus kamu bangun. Di dalamnya akan terkandung muatan kerja keras. Melihat orang-orang yang berbeda kebudayaan akan menumbuhkan nilai toleransi. Nilai kehidupan akan terbentuk ketika melihat realita hidup orang lain, agar kita pandai bersyukur.

    Tapi aku juga tahu. Ketergantunganmu dengan Solo memang susah tidak dipisahkan. Di tempat akarmu ini kamu bisa hidup. Luasnya dunia hanya terbentang di Solo saja. Di tempat ini pula kamu juga masih harus menjangkau hal-hal yang belum kamu jangkau sebelumnya. Menonton Festival SIPA, misalnya. Haha, kamu pasti belom pernah kan? Cobalah sekali-kali. 

    Bil, jangan berkecil hati. Meskipun itu bukan bagian dari rejeki yang kamu terima hari ini. Siapa tahu kamu mendapatkan hal besar lainnya. Di waktu nanti. Ketika waktu datang tepat waktu. Membawakanmu kejutan yang tidak pernah kamu sangka-sangka. Ukir mimpimu lagi, barangkali di setiap doa yang kamu panjatkan dan ikhtiar usaha yang tanpa putus kamu lakukan, membawamu ke tempat indah lainnya. Percayalah. Bersama orang yang tepat. Tapi jika Allah tahu, kamu senang akan kesendirianmu, maka doa orang terbaiklah yang akan menuntunmu. 

    Sebaik-baik tempat, sebaik-baik usaha dan sebaik-baik mimpi. Mari kita rangkai lagi. Kamu tidak perlu risau jika harus menjalaninya sendiri. Mungkin aku jiwa semumu yang akan menyemangatimu ketika kamu lelah. Akulah guru bisu bagimu.

    Jangan melelah, tetap berusaha tanpa lelah. Kuasai batas dirimu dan taklukkan. Yakini saja~


    Dariku,
    yang tak pernah lelah menyemangatimu.
    Bahagialah ketika terik matahari membuat legam wajahmu.
    4 Mei 2019
    22.03 pm

    ...







    Continue Reading

    aku adalah kaset kusut yang selalu berbicara tentang dialektika kehidupan
    yang katanya mencemburui hidup orang
    selalu mencari dan berlari kenapa tidak pernah sama yang harus aku lalui

    membenci tontonan Mata Najwa demi apapun,
    sebuah dialog mendebat yang tidak bermutu, 
    alih-alih ILC yang si tukang potong pembicaraan disiarkan seluruh negeri,
    miris kalau ber-reting tinggi,

    ah bedebah!
    kadang hidup rancu
    banyak kucing berdebu tetangga yang semakin naik populasinya
    menginginkan kasih sayang

    tapi, justru dibuang

    aku adalah monitor kusut di pojok dinding
    yang selalu mencemburui nasib sang majikan
    berangkat pagi dan pulang sore hampir setiap hari
    tetapi selalu bertengkar masalah prinsip hidup

    bedebah mana yang akan mencemburuinya,
    tidak ada?

    kepada hidup yang tidak lagi sama
    akulah sesuatu yang perlahan menjadi sekat 
    kepada memori lama yang menyeruak bersama terbitnya fajar pagi
    semakin lama aku menghirup napas
    berjuang untuk tetap bernilai

    bersama anganmu, kutemani jejak angin
    menulis kata sampah, ketika bersentuhan pada keadaan yang memaksa
    kepada persetannya ketimpangan, ketidakadilan, dan kebangsatan yang menyelimuti
    bertahanlah!
    akulah guru bisu yang tidak segan menasehatimu



    Tepat di Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2019
    Pukul 21.01

    Kepadamu yang ku sapa, tepat di hari jadimu. Berbahagialah untuk mengembara. Semoga mendapatkan apa yang ingin kau cari dari hidupmu. Yang katanya bermanfaat itu. Tanggal 1 ini adalah peringatan untukmu, bahwa kau tidak lagi muda.

    ...





    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About Me!

    About Me!

    Arsip

    • ▼  2026 (3)
      • ▼  Aug 2026 (1)
        • Soal Seprei
      • ►  May 2026 (1)
      • ►  Feb 2026 (1)
    • ►  2023 (1)
      • ►  Jan 2023 (1)
    • ►  2021 (34)
      • ►  Aug 2021 (1)
      • ►  Jul 2021 (3)
      • ►  Jun 2021 (3)
      • ►  May 2021 (4)
      • ►  Apr 2021 (8)
      • ►  Mar 2021 (6)
      • ►  Feb 2021 (4)
      • ►  Jan 2021 (5)
    • ►  2020 (64)
      • ►  Dec 2020 (4)
      • ►  Nov 2020 (4)
      • ►  Oct 2020 (4)
      • ►  Sep 2020 (4)
      • ►  Aug 2020 (5)
      • ►  Jul 2020 (6)
      • ►  Jun 2020 (6)
      • ►  May 2020 (5)
      • ►  Apr 2020 (9)
      • ►  Mar 2020 (6)
      • ►  Feb 2020 (9)
      • ►  Jan 2020 (2)
    • ►  2019 (12)
      • ►  Jul 2019 (1)
      • ►  May 2019 (4)
      • ►  Apr 2019 (1)
      • ►  Mar 2019 (2)
      • ►  Feb 2019 (3)
      • ►  Jan 2019 (1)
    • ►  2018 (6)
      • ►  May 2018 (2)
      • ►  Apr 2018 (1)
      • ►  Jan 2018 (3)
    • ►  2017 (9)
      • ►  Dec 2017 (1)
      • ►  Nov 2017 (2)
      • ►  Oct 2017 (1)
      • ►  Sep 2017 (5)
    • ►  2016 (3)
      • ►  Sep 2016 (1)
      • ►  Apr 2016 (1)
      • ►  Mar 2016 (1)
    • ►  2015 (7)
      • ►  May 2015 (6)
      • ►  Mar 2015 (1)
    • ►  2014 (25)
      • ►  Nov 2014 (1)
      • ►  Oct 2014 (2)
      • ►  Jun 2014 (1)
      • ►  May 2014 (2)
      • ►  Apr 2014 (6)
      • ►  Mar 2014 (3)
      • ►  Feb 2014 (7)
      • ►  Jan 2014 (3)
    • ►  2013 (12)
      • ►  Dec 2013 (7)
      • ►  Oct 2013 (2)
      • ►  May 2013 (1)
      • ►  Jan 2013 (2)
    • ►  2012 (12)
      • ►  Dec 2012 (3)
      • ►  Nov 2012 (2)
      • ►  Jun 2012 (2)
      • ►  May 2012 (2)
      • ►  Jan 2012 (3)
    • ►  2011 (14)
      • ►  Dec 2011 (3)
      • ►  Nov 2011 (11)

    Labels

    Artikel Ilmiah Bincang Buku Cerpen Curahan Hati :O Essay harapan baru Hati Bercerita :) History Our Victory Lirik Lagu little friendship Lomba menulis cerpen :) Memory on Smaga My Friends & I My Poem NOVEL opini Renjana Review Tontonan Story is my precious time Story of my life TravelLook!

    Follow Us

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    recent posts

    Powered by Blogger.

    Total Pageviews

    1 Minggu 1 Cerita

    1minggu1cerita

    Follow Me

    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top