Pages

  • Home
  • Tumblr
  • linked
facebook linkedin twitter youtube

Rumah Dialektika

    • About Me
    • Renjana
    • Cerita Pendek
    • Opini

    Hei blog! Aku merindukan tempat ini~



    Kau pernah berpikir, menginginkan malaikat jatuh ke bumi ini? Dan hanya datang untukmu seorang. Tidak pada yang lain. Kau pernah merasa hidupmu kesepian? Aku berpikir begitu. Seadanya cerita yang mengalir merdu melalui mulut-mulut brengsek mereka, tak pernah meruntuhkan keinginanku. 

    Kupanjatkan doa.

    Tuhan mengirimkan malaikatnya datang padaku. Hanya padaku seorang. Jangan berpihak pada manusia-manusia itu. Manusia-manusia yang aku benci. Melebihi bencinya aku pada pepaya. Aku bangun tidur masih dalam keremangan malam.  Cahaya datang dari balik pintu. Kuyakinkan pada diriku, bahwa kemarin malam aku tidak lupa untuk mematikan lampu. Tetapi kenapa cahaya itu datang padaku. Lalu semuanya seolah tenggelam dalam sepersekian detik. Secara tidak langsung aku tertidur kembali. Hati yang sudah penuh dengan gumpalan kebencian terhadap dunia ini aku pendam sampai kubawa terbang kealam mimpi. Bersamanya.

    Suatu waktu kamu datang. Lewat mimpi. Aku bahkan memelukmu, lewat mimpi pula. Sesekali aku cemburu. Pun, melalui mimpi. Logika berpikirku melarang untuk menambah pikiran. Sayangnya kedatanganmu meruntuhkan logikaku. 


    Terima kasih untuk satu minggu aku galau, di puluhan hari di akhir bulan Juni 2019. Lekas mendapatkan sosok yang layak, seperti impianmu. Begitupun aku. Tapi, tidak apa apa kan jika bayangan masa depanku adalah kamu. Toh hanya bayangkan! Siapa yang akan membuktikan itu sebuah kebenaran masa depan.
    ...
    Solo, 18 Juli 2019
    membalas pesan wasapmu dengan hhahaahaa
    21.13 pm
    Continue Reading

    Mimpi yang satu ini biasanya terjadi jika Anda memang benar memiliki suatu perasaan istimewa terhadap salah satu teman laki-laki Anda. Namun, tahukah Anda bahwa dalam mimpi tersebut terkandung makna kebahagiaan.

    Sebagai orang yang beriman, saat Anda mendapatkan suatu kabar baik, haruslah Anda bersyukur kepada Allah agar selalu mendapatkan berkah-Nya. Doa tersebut terkandung dalam Al Qur’an surat Al-A’raf 7 : 96.


    ***

    Allah Menghadirkan khayalan itu kemarin. Buah dari kekonsistenan akan pekerjaan barangkali. Bahkan aku sudah melupakan dirimu sejenak. Di chat LAN (baru saja) aku menceritakan pengalaman yang menakjubkan ini. Dan tepat ketika itu, lagu di soundcloud playlistku adalah Cloud and Thorns: Everything is Possible Now!


    Oh, whoa, oh, let's dream out loud (let's dream)
    ‘Cause all we know
    Has been turned upside down
    Everything is possible now
    Ooh, ooh, ooh, ooh, ooh, ooh
    Ooh, ooh, ooh, ooh, ooh, ooh


    Angin segar sekaliiii

    Khayalan itu Mengembun menjadi klimaks yang manis. Masa tau-tau kamu nglamar aku mas? Betapa bahagianya aku kemarin malam. Ingin kusumpal saja ketika Bapakku membangunkan buat sahur. Mana baru jam 3 lagi. Ahhhh, ingin kuulang lagi saja.

    Terima kasih sudah mampir di mimpiku~
    Baru saja seminggu yang lalu aku lagi mabuk tentangmu.

    ....


    21 Mei 2019
    14.07 setelah deadline tematik
    ketika bulan Mei hampir mendekati akhir.
    Ketika gajian sudah di depan mata.
    Apalagi libur panjang lebaran
    Continue Reading

    Suatu ketika aku dihadapkan oleh keberadaan cinta yang tidak terdeteksi oleh radarku. Apa mungkin radarku mati, rusak, sampai-sampai pertanyaan tentang eksistensi "lelaki mana" tidak terdeteksi olehku. Apa aku tidak membuka diri. Sampai hakikat kecemburuan tidak menyapaku.




    Kapan kamu bisa membaca rupa orang? Aku pernah mengeja hatiku dengan perlahan. Ketenangan membawa penyakit pada ketidaktahuan. Awalnya sikap tenang hanya akan berbatas tipis dengan keacuhan. Mungkin itu menerpa padaku secara perlahan.




    Dulu aku memojokkan teman yang sedang bimbang hatinya pada teman yang lain. Sepertinya dia menyukainya. Maksudku temanku pada temanku yg lain. Ada banyak teman-teman dari temanku ini yang berhasil menebaknya. Orang yang tenang seperti aku, tak mampu membaca. Padahal aku mengklaim bahwa aku lihai dalam membaca. Ternyata kemarin-kemarin aku hanya mampu mengeja wajah bukan membacanya. Terlalu pongah hati ini.



    Suatu waktu, hati ini sakit. Tatkala mengetahui fakta bahwa temanku benar-benar suka. Sedangkan aku hanya tinggal di pinggiran pantai seolah tengah menyambut badai. Dan badai itu adalah keseriusan temanku menyukainya.


    Bolehkah aku berada di tengah-tengah antara rasa suka temanku, Tuhan?


    Langkah jalanku terseok-seok. Terdepak pada lingkungan ini. Kan sakit, Tuhan? Bolehkah aku berdoa kejelekan mereka? Aku tidak peduli, Engkau akan kabulkan atau tidak? Asalkan aku bisa menangis untuk mendoakan perpisahan mereka.


    Maka aku akan perbaharui doaku,


    Semoga kita berjodoh ya mas~

    ....

    16 Mei 2019
    Antara malas numpuk deadline tematik 4/7
    10.48

    Continue Reading

    Hei Bil, 
    selamat malam? Selamat pagi? atau siang?
    tergantung kamu membacanya kapan, hehe.


    Lama sekali, aku tidak menyapamu. Surat terakhirku pasti lebih dari satu bulan yang lalu. Baikkah? Kau tidak mendapati suatu masalah yang berarti kan? Atau kau sedang memikirkan sesuatu sekarang?

    Bagaimana dengan prinsip hidupmu setahun ini? Akankah masih berjibaku dalam dunia kerja yang melelahkan? Ataukah sudah memutuskan untuk menimba ilmu lagi? Sudahkah kamu dapat kabar dari Imaf, temanmu. Katanya dia ada exchange di bulan Agustus di Amerika. Dia sudah pernah ke Jepang dan akan ke Amerika, sedangkan kamu masih mengakar di Solo aja.

    Suatu ketika, saat kamu menyapa teman lamamu yang ternyata sekarang bekerja di Bappenas dia menjabarkan indahnya Indonesia lewat kacamatanya. Membuatmu terlalu kerdil menjalani hidup? Dia sudah paham tentang daerah lain, sedangkan kamu masih mengakar saja Bil di Solo, entah sampai kapan. Kapan kamu keliling Indonesia? Atau setidaknya menginjakkan kaki ke luar negeri selain ibadah di Arab nanti. Melihat dunia tidak melulu untuk menghambur uang, tetapi menambah nilai edukasi tentang nilai dan prinsip yang lagi-lagi harus kamu bangun. Di dalamnya akan terkandung muatan kerja keras. Melihat orang-orang yang berbeda kebudayaan akan menumbuhkan nilai toleransi. Nilai kehidupan akan terbentuk ketika melihat realita hidup orang lain, agar kita pandai bersyukur.

    Tapi aku juga tahu. Ketergantunganmu dengan Solo memang susah tidak dipisahkan. Di tempat akarmu ini kamu bisa hidup. Luasnya dunia hanya terbentang di Solo saja. Di tempat ini pula kamu juga masih harus menjangkau hal-hal yang belum kamu jangkau sebelumnya. Menonton Festival SIPA, misalnya. Haha, kamu pasti belom pernah kan? Cobalah sekali-kali. 

    Bil, jangan berkecil hati. Meskipun itu bukan bagian dari rejeki yang kamu terima hari ini. Siapa tahu kamu mendapatkan hal besar lainnya. Di waktu nanti. Ketika waktu datang tepat waktu. Membawakanmu kejutan yang tidak pernah kamu sangka-sangka. Ukir mimpimu lagi, barangkali di setiap doa yang kamu panjatkan dan ikhtiar usaha yang tanpa putus kamu lakukan, membawamu ke tempat indah lainnya. Percayalah. Bersama orang yang tepat. Tapi jika Allah tahu, kamu senang akan kesendirianmu, maka doa orang terbaiklah yang akan menuntunmu. 

    Sebaik-baik tempat, sebaik-baik usaha dan sebaik-baik mimpi. Mari kita rangkai lagi. Kamu tidak perlu risau jika harus menjalaninya sendiri. Mungkin aku jiwa semumu yang akan menyemangatimu ketika kamu lelah. Akulah guru bisu bagimu.

    Jangan melelah, tetap berusaha tanpa lelah. Kuasai batas dirimu dan taklukkan. Yakini saja~


    Dariku,
    yang tak pernah lelah menyemangatimu.
    Bahagialah ketika terik matahari membuat legam wajahmu.
    4 Mei 2019
    22.03 pm

    ...







    Continue Reading

    aku adalah kaset kusut yang selalu berbicara tentang dialektika kehidupan
    yang katanya mencemburui hidup orang
    selalu mencari dan berlari kenapa tidak pernah sama yang harus aku lalui

    membenci tontonan Mata Najwa demi apapun,
    sebuah dialog mendebat yang tidak bermutu, 
    alih-alih ILC yang si tukang potong pembicaraan disiarkan seluruh negeri,
    miris kalau ber-reting tinggi,

    ah bedebah!
    kadang hidup rancu
    banyak kucing berdebu tetangga yang semakin naik populasinya
    menginginkan kasih sayang

    tapi, justru dibuang

    aku adalah monitor kusut di pojok dinding
    yang selalu mencemburui nasib sang majikan
    berangkat pagi dan pulang sore hampir setiap hari
    tetapi selalu bertengkar masalah prinsip hidup

    bedebah mana yang akan mencemburuinya,
    tidak ada?

    kepada hidup yang tidak lagi sama
    akulah sesuatu yang perlahan menjadi sekat 
    kepada memori lama yang menyeruak bersama terbitnya fajar pagi
    semakin lama aku menghirup napas
    berjuang untuk tetap bernilai

    bersama anganmu, kutemani jejak angin
    menulis kata sampah, ketika bersentuhan pada keadaan yang memaksa
    kepada persetannya ketimpangan, ketidakadilan, dan kebangsatan yang menyelimuti
    bertahanlah!
    akulah guru bisu yang tidak segan menasehatimu



    Tepat di Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2019
    Pukul 21.01

    Kepadamu yang ku sapa, tepat di hari jadimu. Berbahagialah untuk mengembara. Semoga mendapatkan apa yang ingin kau cari dari hidupmu. Yang katanya bermanfaat itu. Tanggal 1 ini adalah peringatan untukmu, bahwa kau tidak lagi muda.

    ...





    Continue Reading


    Kita memang tidak akan hidup panjang Esmeralda~

    Saya tahu itu. Tapi setidaknya buatlah hidupmu itu bermakna. Siapa tahu nanti, sepulang kita berjumpa, justru tidak akan membuat saya berjumpa dengan nona untuk kedua kalinya. Siapa tahu. Toh, kita tidak memiliki kepastian karena tidak menggenggam masa depan. Ceritakan ke anak cucumu ya, kamu punya kawan semenarik aku. Barangkali, kamu bisa tengok foto yang tersimpan di jejak digital kita hari ini. Terlalu mahal untuk dibuat frame cantik dan dipajang di tembok kamarmu.

    Merindu. Lagi-lagi. Perkara rindu.


    Doa kita berbalas-balasan di langit. Semoga sampai ya. Doa saling membaikkan, bertanya kabar dan hanya dijawab oleh langit dengan suara lirih interpretasi kita sendiri, "sepertinya dia baik-baik saja."

    Lagi-lagi berbicara tentang kemungkinan. Karena segala yang berkamuflase di dunia ini hanya terbatas pada kata 'mungkin'. 


    Kemungkinan tidak ada sapaan kita di pagi hari. Sama-sama menyeduh kopi khas Lampung yang selalu kita nikmati di sela-sela bersenda gurau. Mungkin saya akan bertemu Tuhan saya lebih awal nanti. Siapa yang tahu. Bahkan berapa juta semut yang meninggal detik ini pun, (siapa yang akan tahu) kalau Sang Penguasa Jagad Raya ini sudah berkehendak, to?

    Sebentar nona. Kita nikmati aroma kopi ini sebentar setelah itu kita memulai diskusi pendek kita ini. 

    "Kamu sudah siap tabungan berapa juta untuk membeli surga nona?" tanyaku.

    Terdiam.

    "Sepertinya kita sama-sama harus mempersiapkan datangnya kematian kita." kataku mantap.

    Benar sekali. Karena kita tidak tahu bagaimana cara menyambutnya.

    ...


    Nabila dalam sebuah perenungan,
    Kartasura, 5-April-2019 
    15.21 


    Continue Reading

    ...

    Hei Bu Guru Yayak!


    Aku ingin menyapamu karena kemungkinan aku rindu. Hal yang paling membahagiakan bagiku adalah ketika kamu ngeshare foto anak-anak di sana. Waaah gilaa yaa senyum mereka. Hatiku --baca: kemropok-- ini mendadak tersenyum hangat untuk dua detik dan efeknya berjangka panjang. Lagi lagi tentang rasa syukur. Dan hal yang Elian share-kan juga (di statusnya) tentang Sabar dan Syukur.

    Menurut teori, pikiran kita dikendalikan oleh alam bawah sadar kita. Persentasenya tinggi (pada sebuah riset) yaitu 88%. Tapi orang-orang sering mengesampingkan masalah ini. Tidak masalah, sugesti dan bagaimana pikiran positif kita harus dijaga agar tetap stabil. 

    Yak~

    Bagaimana sikapmu ketika anak didikmu bertindak yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku? Apakah kamu akan terus menunjuk-nunjuk jarimu ke kesalahan yang mereka buat. Ataukah sikapmu dengan bersedekap sinis sambil mengulang-ngulang kesalahan anak didikmu? Oh ya, bagaimana kamu menerapkan konsep egalitarian atau konsep bagaimana implementasi sila kemanusiaan diterapkan? Apa kamu juga belajar tentang semua materi Kompetensi Dasar yang dicapai dalam setiap pembelajaranmu? Aku mendengar cerita dari Bimo--saat dia mencari surat rekomendasi rektor UNS--ketika itu, dimana kamu (Yak) cerita tentang anak SMA di sana yang tidak tahu bagaimana membedakan was dan were. Bagaimana cara kamu mengatasinya? 

    Sori, terlalu banyak pertanyaan buat Bu Guru Yayak. 

    Mungkin manusia mengalami kesalahan tentang apa yang dikerjakannya. Tapi bisakah dikritik yang mendukung dengan sikap yang elegan. Dengan cara diskusi dan pemecahan masalah. Aku ingin mempermasalahkan ini yang tidak terpraktek sempurna di iklim kerjaku. Tapi, hei bil sadarlan bahwa dirimu manusia ingusan kemarin sore! Don't do that! 

    Tapi...

    Mendadak aku ingin berdiskusi masalah ini. 

    ***

    Perihal Visualisasi Mimpi


    Yak, dulu pas aku kecil dan main plosotan, suatu ketika ditanya sama Pakdheku. "Besok mau jadi apa?" Ku jawab, "Aku pingin jadi dokter." Menurutku dokter adalah sosok orang keren dan semua bocah berlomba-lomba menjawab hal yang sama. Tapi Pakdhe berdalih, aku sepertinya tidak mampu. Karena aku selalu ranking di bawah terus. Aku marah dong. Kenapa dia harus menjadi manusia yang menyebalkan? Kenapa konsepnya tidak sesederhana dengan mendoakan saja. Kalaupun suatu saat itu bukan jalan hidupku kan setidaknya sama-sama mendoakan. 

    Siapa tahu saat doa kita diijabah?

    Jadi visualisasi mimpiku selalu berkelindan setiap waktu. Memilih dan memilah mimpi mana yang patut aku perjuangkan. Jadi, yak mari kita aminkan saja mimpi-mimpi dan proses dalam perjuangan meraihnya. Ini bukan hal yang berat kan jika kita berbagi mimpi dan saling mendoakan?

    Yak, semakin aku menuliskan narasi ini. Aku semakin rindu. Aku harap waktu yang akan membawanya ke arah yang tepat.


    Solo, 29 Maret 2019
    22.34 pm

    ...

    terima kasih untuk foto yang dibagikan di grup Srimulat. Ini indah~


    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About Me!

    About Me!

    Arsip

    • ▼  2026 (3)
      • ▼  Aug 2026 (1)
        • Soal Seprei
      • ►  May 2026 (1)
      • ►  Feb 2026 (1)
    • ►  2023 (1)
      • ►  Jan 2023 (1)
    • ►  2021 (34)
      • ►  Aug 2021 (1)
      • ►  Jul 2021 (3)
      • ►  Jun 2021 (3)
      • ►  May 2021 (4)
      • ►  Apr 2021 (8)
      • ►  Mar 2021 (6)
      • ►  Feb 2021 (4)
      • ►  Jan 2021 (5)
    • ►  2020 (64)
      • ►  Dec 2020 (4)
      • ►  Nov 2020 (4)
      • ►  Oct 2020 (4)
      • ►  Sep 2020 (4)
      • ►  Aug 2020 (5)
      • ►  Jul 2020 (6)
      • ►  Jun 2020 (6)
      • ►  May 2020 (5)
      • ►  Apr 2020 (9)
      • ►  Mar 2020 (6)
      • ►  Feb 2020 (9)
      • ►  Jan 2020 (2)
    • ►  2019 (12)
      • ►  Jul 2019 (1)
      • ►  May 2019 (4)
      • ►  Apr 2019 (1)
      • ►  Mar 2019 (2)
      • ►  Feb 2019 (3)
      • ►  Jan 2019 (1)
    • ►  2018 (6)
      • ►  May 2018 (2)
      • ►  Apr 2018 (1)
      • ►  Jan 2018 (3)
    • ►  2017 (9)
      • ►  Dec 2017 (1)
      • ►  Nov 2017 (2)
      • ►  Oct 2017 (1)
      • ►  Sep 2017 (5)
    • ►  2016 (3)
      • ►  Sep 2016 (1)
      • ►  Apr 2016 (1)
      • ►  Mar 2016 (1)
    • ►  2015 (7)
      • ►  May 2015 (6)
      • ►  Mar 2015 (1)
    • ►  2014 (25)
      • ►  Nov 2014 (1)
      • ►  Oct 2014 (2)
      • ►  Jun 2014 (1)
      • ►  May 2014 (2)
      • ►  Apr 2014 (6)
      • ►  Mar 2014 (3)
      • ►  Feb 2014 (7)
      • ►  Jan 2014 (3)
    • ►  2013 (12)
      • ►  Dec 2013 (7)
      • ►  Oct 2013 (2)
      • ►  May 2013 (1)
      • ►  Jan 2013 (2)
    • ►  2012 (12)
      • ►  Dec 2012 (3)
      • ►  Nov 2012 (2)
      • ►  Jun 2012 (2)
      • ►  May 2012 (2)
      • ►  Jan 2012 (3)
    • ►  2011 (14)
      • ►  Dec 2011 (3)
      • ►  Nov 2011 (11)

    Labels

    Artikel Ilmiah Bincang Buku Cerpen Curahan Hati :O Essay harapan baru Hati Bercerita :) History Our Victory Lirik Lagu little friendship Lomba menulis cerpen :) Memory on Smaga My Friends & I My Poem NOVEL opini Renjana Review Tontonan Story is my precious time Story of my life TravelLook!

    Follow Us

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    recent posts

    Powered by Blogger.

    Total Pageviews

    1 Minggu 1 Cerita

    1minggu1cerita

    Follow Me

    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top